Kerap Dikucilkan di Pesantren, Santri ini Tewas di Aniaya Empat Temannya

Wartapedia, Surabaya. Aksi kekerasan kembali terjadi di Surabaya. Kali ini, seorang santri Pondok Pesantren Darussalam, Jalan Tambak Anakan, Simokerto, menjadi korban penganiayaan. Santri tersebut diketahui bernama Muhammad Ikbal Ubaidillah.

Akibat penganiayaan itu, Ikbal akhirnya meninggal dunia. Remaja 15 belas tahun itu, mengalami luka lebam pada bagian dada, sejumlah luka pada bagian tubuh lain seperti kepala, wajah, punggung, dan lengan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, atas peristiwa tersebut, saat ini pihaknya sudah menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah AM (15), TH (15), MA (14) dan SI (15). Keempat orang ini, masih tergolong di bawah umur.

“Kami terus menyelidiki dan melakukan pendalaman peristiwa pengeroyokan ini,” kata Iqbal, Senin (04/09).

Dugaan kuat akan adanya penganiayaan yang di terima oleh Ikbal, adalah berawal dari kecurigaan keluarga yang melihat adanya banyak luka dan lebam pada tubuh Ikbal. Sehingga kemudian dilakukan autopsi di RS. Dr. Soetomo.

Ayah Ikbal, yakni Farman mengungkapkan, Ikbal kerap mengeluh kepadanya karena sering di bully oleh teman-temannya. Dia juga mengungkapkan keherannya, karena pada saat korban di autopsi, tidak ada satu pun dari pihak Pesantren yang menemani selama proses autopsi di rumah sakit.

“Saya yakin, anak saya ini meninggal karena ada kekerasan sebelumnya,” aku Farman.

Kendati demikian, dia juga tidak menampik, bahwa setelah dilakukan proses pemakaman, pihak pesantren sudah ada yang datang bertakziyah. Akan tetapi, Farman menegaskan, meski pihak keluarga sudah memaafkan, proses hukum tetap harus dijalankan.

“Saya maafkan, tapi proses hukum tetap lanjut. Jangan sampai dibiarkan, siapa yang bersalah harus ditindak,” tegasnya.