Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kampanye 3ends

Wartapedia, Surabaya. Meningkatnya berbagai kasus pelanggaran hukum yang melibatkan perempuan dan anak kian mengkhawatirkan. Oleh karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, melakukan kampanye 3ends.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise mengatakan, kampanye itu sendiri adalah kampanye penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan angka trafficking terhadap perempuan dan anak, serta penurunan kesenjangan ekonomi.

Yohana menuturkan, untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan peran serta masyarakat, untuk turut memiliki kesadaran dalam menjaga perempuan dan anak.

“Kami mengharapkan, agar masyarakat yang hadir pada hari ini, menyampaikan kepada masyarakat-masyarakat yang lain di lingkungan mereka, agar bersama sama kita lindungi anak-anak dan perempuan,” katanya, Minggu (27/8/2017).

Selain itu, lanjut Yohana, peran penting yang diharapkan adalah, masyarakat memiliki kesadaran dan keberanian untuk melapor bila mendapat kekerasan. Baik kekerasan fisik, psikis, bahkan seksual.

Pemerintah memiliki Pusat Pelayanan Terpadu (PPT), maupun ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Kepolisian.

“Bila terjadi kekerasan pada anak anak dan perempuan, baik psikis maupun fisik, harus dilaporkan,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan, dari catatan kementerian, angka kekerasan perempuan dalam segala bentuk, hingga mereka mengalami trauma berkepanjangan, mencapai 24 juta orang di seluruh Indonesia. Untuk data kekerasan anak, pihaknya akan bekerja sama dengan badan statistik.

“Jadi semua bentuk kekerasan, baik fisik, paikis, kekerasan seksual, maupun penelantaran terhadap anak anak ini, akan kita dapai hasilnya,” ungkapnya.

Selain itu, Menteri asal Papua ini juga menyempatkan diri berkunjung ke bekas lokalisasi Dolly. Disini, dirinya melihat tempat pembuatan kerajinan, sentra perdagangan produk hasil warga, serta tempat belajar anak anak.

“Luar biasa, saya lihat ini sudah berubah sekali. Sekarang saya melihat secara langsung, setelah saya datang kesini dan dibeberapa tempat, bisa memamerkan produk produk mereka, itu saya fikir sangat luar biasa,” terang Yohana.

Selain itu, Menteri yang suka dipanggil Mama Yo ini juga berkeliling Dolly Saiki dengan naik kereta kelinci. Dalam kunjungannya ke berbagai sentra penjualan hasil produk warga, dirinya membeli beberapa helai kain batik, serta memborong aneka keripik.(nik/asb)