Kedapatan Pakai Sabu-Sabu, Siti Dihukum 2 tahun Penjara

Surabaya – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang dengan agenda pembacaan putusan (vonis) perkara narkoba dengan terdakwa Siti Nur Anna binti Zainal Arifin (33), Selasa (06/11).

Sidang yang digelar diruang Sari II Pengadilan Negeri Surabaya dipimpin oleh Ketua Mejelis hakim R Anton Widyopriono dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar Amin dari Kejari Tanjung Perak, sementara terdakwa Siti didampingi kuasa hukumnya Syamsoel Arifin dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Orbit.

Dalam pembacaan amar putusannya, Ketua Majelis Hakim dengan segala pertimbangannya bersepakat untuk menghukum terdakwa Siti dengan pidana penjara selama 2 tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan.

Putusan tersebut dinilai jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang sebelumnya menjatuhkan tuntutan selama enam tahun enam bulan penjara (6,6 tahun), tidak hanya itu JPU juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 800 juta serta Subsidair (6) enam bulam kurungan.

Namun rupanya warga Jl Babatan Pratama, Wiyung Surabaya ini tidak dapat menerima putusan tersebut, hingga ia berdiskusi sejenak dengan kuasa hukumnya lantas kemudian terdakwa menyatakqn keberatan atas putusan Hakim dengan menyatakan pikir pikir.

“Saya pikir pikir pak Hakim,” ucap terdakwa, yang di ikuti dengan kata yang sama oleh Jaksa Penuntut Umum.

Untuk diketahui, JPU menjerat terdakwa dengan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika, lantaran terdakwa terbukti memiliki (2) dua pipet kaca yang didalamnya masih terdapat sisa sabu seberat 0,028 gram, (1) satu buah pipet kosong dan alat hisap sabu (Bong).

Namun meskipun begitu Hakim punya pertimbangan tersendiri untuk menghukum terdakwa, mengingat terdakwa sudah pernah direhap sehingga Majelis Hakim berkasimpulan untuk menghukum terdakwa selama (2) dua tahun penjara dengan dasar pasal 127 namun bukan rehab.  (son)