Kedapatan Miliki Sabu, Henri Dihukum 5 Tahun Penjara

Surabaya – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang putusan perkara narkoba jenis sabu-sabu yang menjerat terdakwa Henri Setiawan (40) Kamis (13/9).

Persidangan yang digelar diruang sidang candra dengan dipimpin Ketua Majelis Hakim Sarwedi yang bertindak membacakan surat putusan.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim mengadili dan menghukum terdakwa Henri Setiawan dengan hukuman penjara selama (5) lima tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan.

Sebagai bahan pertimbangan Hakim, hal yang meringankan bahwa terdakwa telah mengaku terus terang tidak berbelit-belit dan bersikap sopan selama dalam persidangan, sedangkan hal yang memberatkan adalah terdakwa tidak mendukung program Pemerintah dalam memberantas narkoba.

Adapun tuntutan tersebut dinilai lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Didik Yudha Aribusono dari Kejari Tanjung Perak yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman selama 7 tahun penjara, denda sebesar Rp 1 miliar serta Subsidair 6 bulan kurungan.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa perkara tersebut bermula pada selasa 08 Mei 2018, terdakwa Henri bertemu dengan Joko Susanto dirumahnya di Jalan Bangunrejo 3 Surabaya dengan bermaksud menawarkan narkotika jenis shabu sebanyak (1) satu poket dengan harga Rp. 80.000 (delapan puluh ribu rupiah) kepada Joko.

Kemudian setelah membayar shabu tersebut, Joko berpamitan untuk pulang berniat mengkonsumsi shabu tersebut, selanjutnya terdakwa Henri Setiawan ditangkap petugas dirumah kostnya dijalan Genting 1/32 kelurahan Kalianak, Kecamatan Asemrowo Surabaya.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapatkan barang bukti berupa satu buah pipet kaca yang masih terdaoat sisa shabu seberat 2,78 gram beserta pipetnya, dua buah pipet kaca, satu buah alat hisap shabu (Bong) dan satu buah korek api gas.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, terdakwa dijerat oleh Jaksa Penuntut Umum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Atas putusan tersebut, terdakwa yang didampingi Ronny.SH selaku kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak menyatakan langsung menerima putusan (vonis) dari Hakim.

“Saya terima putusannya pak Hakim,” ucap terdakwa. (son)