Kedapatan Miliki 17,5 Gram Sabu, Bandar Asal Pasuruan Dihukum 10 Tahun Penjara

Surabaya – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang lanjutan perkara kepemilikan narkotika jenis shabu dengan terdakwa Moch.Saiful Arif (37) warga Dsn.Pandelegan Pasuruan. Kamis (05/10)

Sidang yang digelar diruang Garuda II Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda putusan (Vonis), terdakwa divonis 10 tahun penjara, denda sebesar 1 miliar dan subsidair 1 bulan oleh Majelis Hakim yang diketuai  , karena terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalagunaan narkotika.

Seperti dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Achmad Junaedi dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim yang menyatakan bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana memiliki menyimpan memakai dan mengedarkan barang terlarang jenis shabu.

Untuk itu menyatakan dan menuntut terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dengan ini menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa dengan pidana selama 15 tahun Penjara, denda sebesar Rp 1 miliar serta Subsidair 1 bulan kurungan, adapun tuntutan tersebut sesuai dengan perbuatan terdakwa yang kedapatan memiliki narkotika jenis shabu seberat 17,532 gram.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa perkara ini terjadi saat petugas mendapat informasi dari masyarakat jika akan ada transaksi narkoba lantas informasi tersebut ditindak lanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan dilokasi dimaksud dalam informasi.

Sehingga pada Rabu 21 Maret 2018 bertempat dirumah terdakwa Dsn. Plumbon Pasuruan petugas menangkap terdakwa Moch. Saiful Arif, ketika dilakukan penggeledahan petugas berhasil menemukan barang bukti berupa (10) sepuluh bungkus shabu dengan berat keseluruhan 17,532 gram, yang dimasukkan dalam kotak rokok.

Bukti lain juga ditemukan seperti, uang tunai sejumlah 3,400,000 (tiga juta empat ratus ribu rupiah), (1) satu buah HP merk Xiomi (1) satu kotak rokok Sampoerna mild (1) satu buah timbangan elektrik dan (2) dua buah skop yang terbuat dari sedotan plastik.

Saat di interogasi terdakwa mengaku jika mendapatkan barang tersebut dari Toni (DPO) yang rencananya barang tersebut akandibagi menjadi 10 bagian dengan berat masing masing sebagai berikut 10,00 gram, 2,80 gram, 1,12 gram, 1,10 gram, 1,12 gram, 1,12 grqm, 0,43 gram, 0,31 gram, serta 5 poket shabu seberat 5 gram, sudah terjual seharga Rp 6 juta.  (son)