Kapolrestabes Surabaya : bandit jalanan jangan coba-coba main di Surabaya

Kombes Pol. Mohammad Iqbal, AKBP Leonard Sinambela dan Kompol Lily Dja'far serta sejumlah anggota lain saat memeriksa kondisi mayat pelaku Fauzi.

Wartapedia, Surabaya. Hanya berselang satu hari, nyawa bandit jalanan kembali melayang setelah menerima timah panas dari petugas Kepolisian. Bandit yang selama ini menjadi buruan Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya itu, adalah Ahmad Fausin alias Fauzi (32), warga Jalan Wonosari Lor Surabaya.

Sebagaimana yang diberitakan, Fauzi dengan sadis membacok Go Hong Bun alias Awen, pemilik toko agen minyak goreng Usaha Dagang Bintang Rejeki di Jalan Kapas Krampung 109 Surabaya, setelah berhasil merampok uang hasil dagang milik Awen.

Fauzi terpaksa di tembak mati pada Rabu dini hari, 27 September 2017 sekitar pukul 02.30 WIB, lantaran berusaha melawan petugas Kepolisian saat hendak ditangkap menggunakan pisau penghabisan.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal mengatakan, sejak awal petugas sudah melakukan pendeteksian terhadap sepak terjang pelaku Fauzi. Dengan berbekal keterangan sejumlah saksi dan rekaman CCTV, keberadaan Fauzi akhirnya diketahui.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan petunjuk rekaman kamera ‘Closed Circuit Television’ atau CCTV, FZ adalah eksekutor yang membacok korban Awen dalam perampokan di Jalan Kapas Krampung Surabaya pada bulan Mei lalu,” Iqbal di Kamar Mayat RSUD Dr.Soetomo Surabaya, Rabu siang (27/09).

Dihadapan sejumlah media massa, Iqbal mengungkapkan, tindak tanduk Fauzi di dunia kejahatan memang tergolong sadis. Dia tidak akan segan-segan melukai atau bahkan menghabisi nyawa korban yang menjadi target kejahatannya.

“Pelaku juga pernah membacok seorang korban saat beraksi di kawasan Genteng, Surabaya. Dia juga merupakan residivis dalam kasus narkoba pada tahun 2007,” ungkapnya.

Atas kasus ini pun, Iqbal menyampaikan, bahwa pihak Kepolisian sekali memperingatkan kepada siapa pun yang nekad hendak berbuat kejahatan di Surabaya, sebaiknya pikirkan sekali lagi. Dengan geram Iqbal mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas.

“Jangan coba-coba main di Surabaya, sebab kami tidak akan segan-segan bertindak tegas, sekali pun harus berujung pada kematian,” tegas Iqbal.

Alhasil, dari ungkap kasus ini, dari tersangka petugas menyita sejumlah barang bukti seperti pisau penghabisan, sepeda motor, termasuk juga satu poket narkotika jenis Sabu-sabu.