Kapolda Jatim Prihatin 286 Ha Lahan Pertanian Warga Tuban Terendam Banjir

Tuban – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin merasa iba dan prihatin atas korban bencana banjir yang melanda warga di 4 kecamatan, Kabupaten Tuban. Hal tersebut diungkapkannya ketika mendatangi langsung korban banjir di Kecamatan Rengel pada Selasa (27/2).

Selain meninjau titik rawan, pihaknya juga turut memberikan semangat dan bantuan kepada warga yang terdampak. Ratusan Sembako dibagikannya. Bahkan, dirinya rela duduk dan rangkul warga yang rumahnya digenangi air banjir itu.

Seorang pimpinan yang harus ikut merasakan nasib sesama menjadi niatnya ketika harus bersenda gurau memberikn motivasi dan semangat hidup.

Tidak hanya itu, pihaknya bersama Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno dan jajaran juga turut menghimbau agar tidak lengah dengan kondisi yang ada. Tetap menjaga keluarganya dari segala bentuk resiko banjir.

“Kepada seluruh warga masyarakat, terutama orang tua saya mengingatkan untuk menjaga putra putrinya. Jangan sampai lepas pengawasan,” serunya.

Lebih lanjut, Kapolda Jatim menghimbau kepada masyarakat untuk mendukung penuh kebijakan Pemkab Tuban.

Sebagaimana diketahui, banjir kali ini menggenangi desa-desa di 4 kecamatan di Tuban, kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang. Kurang lebih 286 ha lahan pertanian milik warga terendam. Selain itu, banjir juga menggenangi 2 unit sekolah dan merendam jalan dengan keseluruhan mencapai kurang lebih 7,7 km di 4 kecamatan.

Sementara itu terkait banjir, Pemkab Tuban telah menyiapkan anggaran khusus guna mengatasi bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tuban.

“Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membangun tanggul penahan air luapan sungai Bengawan Solo,” ungkap Bupati.

Namun, pembangunan tanggul yang dimaksud masih berjalan di tempat. Salah satu penyebabnya adalah pembebasan lahan yang akan dibangun tanggul diatasnya masih belum selesai.

“Pembebasan lahan untuk kepentingan bersama ini harus mendapat dukungan dari masyarakat sekitar, utamanya para pemilik lahan” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bupati menargetkan bencana banjir dapat teratasi dengan optimal dalam 2-3 tahun ke depan.

“Tentu ini juga harus didukung masyarakat, pemerintah desa dan Pemkab Tuban serta stakeholder. Tanpa sinergitas ini, apa yang menjadi tujuan kita bersama sulit untuk tercapai,” terang Bupati Tuban.

Pada kesempatan ini, Bupati Tuban secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada korban banjir. Total bantuan yang diserahkan kurang lebih sebanyak 1960 paket sembako dengan rincian 1000 paket dari Baznas Tuban, 460 paket dari BPBD Tuban.

Seluruh bantuan akan dibagikan kepada warga korban banjir yang tersebar di desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, desa Kebomlati dan Klotok di Kecamatan Plumpang, desa Ngadipura dan sekitarnya di Kecamatan Widang. (Afi)