Jualan Sabu, Nasib Tukang Parkir ini Berakhir di Kursi Pesakitan

Surabaya – Moch.Saiful Arif (37) asal Dsn. Pandelegan Pasuruan kembali harus menjalani persidangan dengan perkara kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu yang menjeratnya.

Pria yang dalam kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir ini harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya karena terbukti telah memperjual belikan narkotika jenis sabu-sabu

Sidang yang digelar kali ini dengan agenda mendengar keterangan saksi penangkap dari kepolisian, dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Dwi Winarko. SH. MH dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Achmad Junaidi. SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, sedangkan terdakwa sendiri didampingi oleh kuasa hukumnya Sandhy Krisna dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan bahwa terdakwa Moch. Saiful Arif dianggap bersalah melakukan tindak pidana penyalagunaan narkoba dengan memiliki menyimpan menjual atau menjadi kurir dalam praktek jual beli narkotika.

Dihapan Majelis Hakim, saksi penangkap dari kepolisian menceritakan awal kejadian perkara tersebut bermula dari informasi masyarakat tentang adanya penyalagunaan narkotika jenis shabu yang dilakukan oleh terdakwa Moch.Saiful Arif.

Berbekal informasi tersebut, kemudian ditindak lanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan di wilayah yang dimaksud hingga beberapa hari, setelah ada kepastian dan melihat targetnya petugas langsung melakukan penangkapan terhadap diri terdakwa Moch.Saiful Arif.

Saat dilakukan penangkapan dirumah terdakwa, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa (10) sepuluh kantong plastik yang berisi shabu dengan berat total netto 17,532 gram, uang tunai sebesar Rp.3.400.000, (1) satu buah HP merk Xiaomi, (1) satu buah timbangan elektrik, beserta skop plastik dan plastik klip kosong.

Dari hasil pemeriksaan petugas, terdakwa mengaku jika mendapatkan barang haram tersebut dari Toni (DPO) sebanyak 17,532 gram, yang kemudian oleh terdakwa dibagi menjadi 10 poket dan 5 poket lainnya sudah terjual seharga Rp 6.000.000 (enam juta rupiah).

Atas perbuatan yang dilakukan terdakwa, JPU menjeratnya dengan UU sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. (son)