Jualan Narkoba, Pria Kupang Gunung Jaya Divonis 4 Tahun Penjara

Surabaya – Tatang Soegianto kembali harus didudukkan sebagai terdakwa di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya dalam sidang lanjutan perkara narkotika jenis sabu-sabu.

Persidangan yang digelar diruang sidang garuda 2 Pengadilan Negeri Surabaya ini beragendakan putusan dan dipimpin oleh Dede Suryaman selaku ketua majelis hakim, Senin (04/6).

Dalam persidangan, Pria 40 tahun asal Jalan Kupang Gunung Jaya Surabaya ini didakwa oleh jaksa penuntut umum (JPU) Ratna Fitri Hapsari dari Kejati Jatim, bahwa telah dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyalagunaan narkoba.

Dalam perkara ini jaksa menjerat terdakwa dalam pasal 112 ayat (1) Undang Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Oleh karena itu JPU menuntut terdakwa dengan hukuman selama (6) enam tahun penjara, denda sebesar Rp. 1 miliar serta Subsidaer (6) enam bulan kurungan.

Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim memvonis terdakwa dengan pidana penjara selama (4) empat tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan sebagai bahan pertimbangan yang memberatkan bahwa terdakwa tidak mendukung program Pemerintah dalam memberantas narkoba, sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa tidak berbelit belit dan sopan selama proses persidangan.

Perlu diketahui sebelumnya, perkara ini bermula ketika petugas kepolisian dari Polda Jatim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa dimakam Simo Kwagean Surabaya ada seorang bernama Tatang Soegiono yang berjualan sabu-sabu.

Selanjutnya petugas pun melakukan penyelidikan dikawasan makam Simo Kwagean, saat petugas melihat terdakwa dan dipastikan bahwa target membawa barang haram jenis sabu tersebut, petugas pun langsung melakukan penangkapan.

Saat dilakukan penggeledahan badan terhadap diri terdakwa petugas menemukan barang bukti berupa (1) satu poket shabu seberat 0,28 gram.

Saat diinterogasi terdakwa mengaku jika barang tersebut didapatkan dari Usman (DPO), kemudian terdakwa beserta barang buktinya dibawa ke Mapolda Jatim guna penyidikan lebih lanjut.

Atas putusan tersebut, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Sandhy Krisna dari (LBH Lacak) menyatakan menerima putusan tersebut.

“Saya terima putusan ini pak hakim,” ucap terdakwa. (son)