Jelang Puasa, ‘Ladys’ Oke Pub & Karaoke Tuban Gelar Pengajian dan Tahlil

Tuban – Lantunan Sholawat dan Tahlil berkumandang di Hall Lantai 1, Oke Pub dan Karaoke, Km. 5, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban.

Tidak seperti biasanya, ruangan lapang yang biasa dipergunakan untuk karaoke. Kali ini, justru dipakai untuk pengajian agama serta tahlil. Kegiatan bertajuk siraman rohani itu ternyata diperuntukkan untuk seluruh management Karaoke Oke. Agenda rutin yang dilakukan pihak management menjadikan panutan dan pitutur bagi karyawannya.

Kali ini, salah satu penceramah yang terus menjejali ilmu agama adalah Riza Sholahuddin, pengasus Ponpes Asshomadiyah, Tuban.

Dalam isi ceramahnya menekankan tentang muhasabah atau saling mencintai, rukun, kompak dengan sesama. Dengan itu, maka seluruh persoalan akan mudah diselesaikan.

“Jangan saling sikut, jaga kerukunan, kekompakan dan kebersamaan sesama. Kerja yang baik, jangan saling menjegal, ” katanya, Minggu (13/5), malam.

Selain itu, lelaki berpawakan gempal itu juga mengutarakan akan keuntungan Ramadhan. Bulan suci Ramadhan merupakan bulan istimewa. Sebab Doa dikabulkan, dosa diampuni, harapan di ijabahi, pintu surga dibuka, pahala dilipatkan.

Besarnya Rahmad dari Allah menjadi kesempatan untuk terus mendekat dan meminta ampunan. Sehingga harus bisa mempergunakan dengan baik.

Seperti Menurunkan tensi, emosi, bersyukur bisa menemui romadhon agar mampu bagaimana menghadapi ujian, cobaan, supaya berdoa kepada Allah.

“Seperti Karaoke Oke sering melakukan kegiatan empati, sosial. Seberat apapun masalah kita, diluar sana masih banyak yang dibawah kita,” imbuhnya.

Lanjut tausiyahnya, berpesan agar mampu menutup aib dan kejelekan sesama pekerja .

“Barang siapa menutup aib orang muslim maka akan di tutup aib nya. Segala kebaikan dan kejelekan rekan dan management harus ditutup,” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Management Oke Pun dan Karaoke Oke, Willy Juanda mengatakan bahwa dalam bekerja harus mampu menjadi diri yang baik dan dewasa.

Menjalankan kewajiban dalam bekerja secara baik dan selalu berbuat kebaikan kepada sesama.

Dikatakannya juga, selain pengajian rutin juga dilakukan tahlil bersama. Memberikan doa kepada karyawan yang telah meninggal. Dihatapkannya, dengan bertahlil menjadikan diri pribadi yang suka berdoa serta empati kepada sesama.

“Ada 2 karyawan yang sudah meninggal. Jadi kita melakukan pengajian dan tahlil bersama. Ini bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab kita. Semua karyawan kita ajak,” ungkapnya. (Afi)