Janjikan korban jadi bidan dan perawat, dokter gadungan ini tilap duit Rp. 75 juta

Wartapedia, Surabaya. Alih-alih butuh uang karena terhimpit hutang, hal apapun dapat dilakukan seseorang demi bisa membayarnya. Namun sayang, terkadang seseorang salah dalam memilih jalan untuk bisa terlepas darinya, sebagaimana yang dilakukan oleh Candra Hermawan.

Pria 25 tahun ini kini terpaksa harus berhadapan dengan Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Besar (Satreskrim Polrestabes) Surabaya. Mantan mahasiswa yang hanya sampai pada semester 4 di bidang kesehatan itu, kini menjadi tahanan lantaran perbuatannya yang telah melakukan tindak pidana penipuan.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Gede Dewa Juliana mengatakan, Candra telah melakukan penipuan terhadap tiga orang teman sekolahnya semasa SMA. Ketiga teman yang menjadi korban penipuannya itu antara lain MR, EP, dan HD.

“Pada awalnya pelaku bertemu dengan korban pada saat di kampung halamannya dan pelaku mengaku sebagai dokter di salah satu Rumah Sakit di Surabaya. Antara korban dengan pelaku merupakan teman sekolah di masa SMA,” kata Dewa, Rabu, (01/11).

Sayangnya, ketiga temannya itu percaya begitu saja bahwa Candra adalah seorang dokter. Kepercayaan ketiga korban inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Candra untuk melancarkan aksinya. Akal bulus timbul, Candra pun menawarkan pekerjaan kepada para korban tetapi dengan cara membayar uang pelicin.

Pekerjaan yang di maksud dengan membayar uang pelicin tersebut adalah pekerjaan sebagai perawat dan bidan di Rumah Sakit Siloam Surabaya, dimana rumah sakit tersebut diakui oleh Candra tempat dia bekerja atau praktik.

Tergiur dengan tawaran kerja tersebut, para korban pun akhirnya memenuhi permintaan Candra. Korban MR menyerahkan uang sebesar Rp. 35.000.000; EP membayar Rp. 20.000.000; dan HD membayar Rp. 24. 000. 000,- sebagai uang pelicin untuk masuk sebagai perawat dan bidan.

Setelah menyerahkan uang kepada Candra, para korban ternyata tidak kunjung masuk sebagai karyawan Rumah Sakit Siloam Surabaya. Perlu diketahui, Candra kepada para korbannya mengaku sebagai dokter sejak tahun 2016.

Parahnya lagi, tidak hanya ketiga korban yang percaya bahwa Candra adalah dokter di RS Siloam Surabaya, namun ternyata orang tua, mertua, bahkan istrinya pun juga percaya.

Para korban mengetahui bahwa pelaku merupakan dokter gadungan setelah mereka melakukan konfirmasi kepada HRD RS Siloam Surabaya, dan pihak rumah sakit menerangkan bahwa tidak ada dokter bernama Candra Hermawan.

“Jadi setelah para korban melapor kepada kami, kemudian kita menindaklanjuti, ternyata fakta yang terjadi adalah tiga korban mengalami total kerugian sekitar Rp. 75 juta. Modusnya dia berpura-pura sebagai dokter di rumah sakit tersebut kemudian menjanjikan untuk bisa memasukkan korban di rumah sakit sebagai perawat dan sebagai bidan,” tandas Dewa.

Dari hasil ungkap kasus dokter gadungan ini, penyidik menyita barang bukti berupa 1 potong jas dokter, 1 buah Stetoskop, 1 pasang pakaian laboratorium, 1 buah tensi meter manual, 1 buah tensi meter digital kuitansi, surat kontrak kerja, slip gaji, dan surat pemberitahuan perekrutan karyawan.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Candra sang dokter gadungan ini harus menjadi penghuni hotel prodeo Polrestabes Surabaya dan di jerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 4 tahun.(asb)