Istri Diraba-raba Perawat RS National Hospital, ini kata Suami Korban

Rekaman video saat Widyanti meminta Junaidi mengakui perbuatannya.

Surabaya – Aksi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Zunaidi Abdillah (30) asal Jalan Bebekan, Jagalan, Sidoarjo, perawat rumah sakit National Hospital Surabaya membuat keluarga korban geram.

Baca juga : Soal Laporan ‘Perawat Cabul’ RS National Hospital, ini kata Kapolrestabes Surabaya

Yudi Wibowo Subiakto (55), suami yang sekaligus kuasa hukum Widyanti (30), warga Jalan Darmo Indah Timur Surabaya korban pelecehan seksual, menyatakan peristiwa yang menimpa istrinya terjadi pada 23 Januari 2018.

“Kemarin kan begini, itu saya minta data di manajemen ndak di kasih siapa itu yang pelakunya, calon tersangkanya ini,” ujar Yudi, Kamis (25/01) usai melapor di SPKT Polrestabes Surabaya.

Pada saat menerima aduan istrinya, Yudi mengkonfirmasi ke pihak rumah sakit, sehingga diketahui pihak manajemen. Pihak manajemen memanggil Zunaidi (sebelumnya disebut Junaidi, red) perawat dari National Hospital Surabaya.

Atas perlakuan tidak senonoh yang diterima istrinya ini, Yudi mengungkapkan, meski saat konfirmasi terduga pelaku sudab meminta maaf, perkara itu akan tetap berlanjut.

“Kalau kita sebagai manusia, dia sudah meminta maaf bukan berarti menghapus pidananya, pidananya tetap bisa kita laporkan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kondisi korban sendiri, Yudi menuturkan, bahwa istrinya saat ini mengalami secara psikis mengalami trauma, stres berat dan tidak bisa menerima perlakuan Zunaidi.

“Dia operasi kandungan, dari ruang operasi keluar kemudian itu di raba-raba. Orang operasi itu kan masih pakai pakaian operasi, dia raba-raba dua sampai tiga kali begitu,” tuturnya.

Namun sebelum melakukan perbuatan cabul itu, lanjut Yudi, Zunaidi sebelum itu tanya-tanya orang mana, sakit apa, guna mengecek kesadaran Widyanti, apakah masih sadar atau sudah pulas tidur.

“Tapi istri saya dalam keadaan tidak berdaya. Ini harus benar-benar diproses, harus dihukum pelaku itu,” pungkas Yudi dengan nada geram.(asb)