Innovasi Terbaru, PT. KAI Operasionalkan Kereta Pengangkut Limbah

Surabaya – PT Kereta Api Logistik (KALOG) meluncurkan layanan baru, berupa distribusi limbah dengan moda kereta api (KA).kereta tersebut akan mengangkut muatan kontainer limbah milik PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) termasuk kegiatan loading atau unloading, baik di stasiun muat maupun stasiun bongkar.

Dalam pengoperasiannya, kereta akan diberangkatkan dari Stasiun Kalimas menuju Stasiun Nambo, Bogor. Selanjutnya, angkutan barang khusus itu dilakukan secara reguler dua kali dalam seminggu, dengan jumlah rangkaian 10 Teus atau 5 GD atau setara 180 ton untuk setiap keberangkatan. Distribusi limbah dengan moda kereta itu, menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Gatut Sutiyatmoko Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya mengatakan,Adapun limbah merupakan jenis limbah yang perlu penanganan khusus. Namun, dengan tingkat resiko paling rendah. Terdiri dari 10 gerbong datar, kereta tersebut memiliki kapasitas 20 Teus atau setara dengan 360 ton.

“Angkutan limbah dengan KA ini diluncurkan hari ini dan menjadi yang pertama di Indonesia. Diharapkan dapat lebih efektif dan efisien daripada pengangkutan dengan truk yang selama ini dilakukan. Karena selain akan mengurangi beban jalan raya juga akan mengurangi waktu tempuh dari 2-3 hari perjalanan menjadi hanya 15-16 jam saja,” kata Gatut,

Untuk memastikan angkutan limbah itu memenuhi aspek keamanan, Gatut mengaku bahwa pihaknya telah melengkapi prosedur pengamanan angkutan dengan menyediakan gerbong Kabus (Kabin Khusus), beserta personel pengawal bersertifikasi penanganan limbah yang terdiri dari KAI, KALOG, dan PPLI. Mereka akan bertugas melakukan pemeriksaan di lima lokasi stasiun pemberhentian, di antaranya di Stasiun Cepu, Semarang, Tegal, Cirebon, dan Tanah Abang.

Sebelumnya, PT KAI bersama KALOG juga telah melakukan uji coba baik statis dan dinamis untuk mengevaluasi kesiapan, termasuk implementasi SOP yang telah disusun bersama.

Kegiatan uji coba ditinjau langsung oleh perwakilan dari Direktorat Jendral Perkeretaapian (DJKA) Kementrian Perhubungan RI dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. PT KAI juga memastikan bahwa pengoperasian angkutan limbah ini telah mendapatkan ijin dan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup. (hms)