FILM SENJA DI PULAU SIMPING: Tayang Perdana di Studio 21 Singkawang

FILM SENJA DI PULAU SIMPING: Tayang Perdana di Studio 21 Singkawang

SINGKAWANG - Pemutaran perdana Film Senja Di Pulau Simping, yang diputar di Gedung Studio 21, Jalan Yos Soedarso berhasil menyedot perhatian para penonton khususnya dikalangan Anak Baru Gede (ABG) dan orang tua.

Sutradara Lo Abidin alias Ucok  mengatakan film berjudul “ Senja di Pulau Simping “ ini dimainkan oleh putra daerah Singkawang

Film yang dikerjakan Metta Video Studio memang di buat di Kota Singkawang dengan pemain juga orang Singkawang.

“Ternyata film yang dibintangi oleh anak-anak Singkawang tidak jauh beda dengan artis ibu kota seperti di layarkaca,” ungkap Ketua KNPI Singkawang, Budi Wijaya usai menyaksikan film tersebut.

Dirinya tidak menyangka, kalau film yang dilakoni oleh Lina sebagai pemeran utama itu arahnya ke trafficking. Karena, melihat dari segi ekonomi keluarga Lina adalah merupakan keluarga yang tidak mampu. Orang tuanya bekerja sebagai pemecah batu, sedangkan ia bersama adik-adiknya masih menjalani masa-masa pendidikan.

Sementara, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, orang tuanya terpaksa hutang dengan seorang wanita kaya raya. Untuk menutupi hutang tersebut, ia harus rela menerima tawaran wanita kaya raya itu untuk bekerja di Hongkong.

“Dari awal saya sudah berpikir, kalau cerita ini menjurus ke Traficking. Tetapi dugaan saya ternyata salah. Lina betul-betul bekerja, sehingga menjadi orang yang sukses. Dan mampu membelikan rumah untuk orang tuanya serta membiayai pendidikan adik-adiknya. Film seperti ini yang kita maukan, agar dapat ditiru oleh generasi muda sekarang ini,” sarannya.

Lo Abidin alias Ucok, saat ditemui usai pemutaran film tersebut, mengungkapkan sekitar 1 tahun mempersiapkan diri untuk melakoni peran-perannya masing-masing.

Sebelumnya pihaknya melakukan audisi terlebih dahulu. Ucok mengakui kendala pada film perdana ini, adalah tersandung masalah dana.

"Karena ada dana baru kita bias bekerja. Ditambah lagi dengan ketersibukan kita masing-masing. “Ada yangmasih sekolah, ada yangbekerja dan ada yang kuliah. Jadi kita cari waktu yang tepat untuk berlatih,” ungkapnya.

Ketertarikan dia untuk membuat film lokal, selain mempunyai video syuting sendiri, dia juga ingin menyebaruaskan obyek-obyeknya kearah yang lain.
“Seperti memproduksi film-film local yang sekarang ini. Ke depan, saya akan memproduksi film dengan cerita lain. Yang jelas pemainnya akan kita ambil dari Singkawang,” katanya optimis. (skw) foto: pulau simping/singkawang/doc:blogger.com

"Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut."
Pangemanann