Dedemit Gunungkidul: Film Vulgar di demo Warga Gunungkidul

Dedemit Gunungkidul: Film Vulgar di demo Warga Gunungkidul

"Sebuah karya seni seharusnya memuat unsur etika,serta bisa dipertanggungj awabkan dihadapan publik atau orang banyak"


Aminudin Azis

GUNUNGKIDUL - Hari ini Pemkab Gunungkidul akan melayangkan surat resmi kepada FFI dan produser film Dedemit Gunungkidul. Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut demo warga saat acara syukuran film tersebut yang dilangsungkan di Pondok Seafood, kemarin.

Surat yang berisi protes terhadap penggunaan Gunungkidul sebagai judul film tersebut mengakomodir kecaman warga yang merasa telah merendahkan harga diri masyarakat Gunungkidul sekaligus memperhitungkan dampaknya terhadap masyarakat Gunungkidul.

Senada dengan protes masyarakat Gunungkidul, Koordinator Komunitas Kota Gaplek, Aminudin Azis mengaku prihatin dan menolak keras film yang berjudul ‘Dedemit Gunungkidul’.

"Film dengan judul ‘Dedemit Gunungkidul’, hanya sekedar mencari keuntungan materi dan sensasi belaka tanpa memperhitungkan dampaknya di tengah masyarakat" Ujar Aminudin

Film ini hanya sekedar mengumbar mistik, takhayul, porno dan horor, serta jauh dari perilaku kehidupan masyarakat Gunungkidul,tambahnya seraya menghimbau kepada kepada warga untuk tidak menyaksikan film tersebut.

Himbaun tersebut menurutnya sebagai gerakan moral terhadap karya seni yang tidak mendidik dan membohongi masyarakat. Dia juga menolak segala bentuk eksploitasi kedaerahan yang hanya menguntungkan segelintir orang.(c8/lik)

"Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut."
Pangemanann