Hakim Kabulkan Permohonan Buruh PT. Leces

Surabaya – Karyawan PT Leces Persero akhirnya bisa bernafas lega, setelah Majelis Hakim Pengadilan Surabaya mengabulkan seluruh permohonan yang diajukan melalui kuasa hukumnya Eko Nobriansyah & partner. (25/09)

Adapun permohonan pembatalan perdamaian (homologasi) dilakukan, oleh karena perjanjian damai lewat penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sesuai Undang-undang No 37 tahun 2004 tak kunjung direalisasikan penyelesaiannya.

Dalam putusannya, Hakim Harijanto menyampaikan bahwa setelah melalui beberapa pertimbangan, majelis hakim memutuskan untuk mengabulkan permohonan Haris bersama 14 orang melalui tim kuasa hukumnya.

“Dengan pertimbangan di atas, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, memutuskan mengabulkan pemohonan pembatalan perdamaian (Homologasi) dan menyatakan PT. Leces terbukti bersalah telah lalai atas hak tidak terbayarnya gaji para karyawan PT. Leces.” jelas hakim Harijanto.

Eko Novriansyah, usai sidang mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi sekali terhadap putusan hakim pada hari ini. Karena hakim memutuskan dengan asas keadilan.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi keputusan hakim pada hari ini. Dimana telah mengabulkan permohonan pembatalan perdamaian dan menyatakan PT. Leces terbukti lalai.”kata Eko kepada awak media.

Lebih lanjut, atas keputusan tersebut secara otomatis pihak PT. Leces harus membayar gaji karyawan yang ditunda hingga hampir 2 tahun tersebut. Untuk ke depannya Eki menyampaikan pihak kurator akan mulai bekerja untuk menghitung aset PT. Leces dan melelang aset tersebut untuk membayar gaji para karyawan.

Perlu diketahui, sekitar 1900 karyawan PT. Kertas Leces Probolinggo tersebut menggugat Direksi PT. Leces untuk membatalkan perdamaian dengan alasan hak-hak normatif karyawan sebesar hampir Rp. 300 juta hingga tahun ke empat tidak kunjung dibayarkan yang dinilai telah melanggar kesepakatan yang berbunyi dua tahun hak karyawan sudah harus dibayarkan.

Akibat tidak ada kejelasan pembayaran itulah, mantan karyawan PT. Leces mengajukan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Surabaya. Dengan nomor perkara beromor: 1/Pdt.Sus-Pembatalan Perdamaian/2018/PN Niaga Sby jo nomor: 5/PKPU/2014/PN Niaga Sby. (Son)