Gunakan emas batangan palsu, dukun abal-abal ini tipu korban hingga Rp. 160 juta

Kompol Lily Dja'far saat memperlihatkan isi jimat palsu.

Surabaya – Lagi-lagi dukun palsu yang sudah merugikan orang lain kembali harus berurusan dengan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dalam kasus ini, dua orang kakak beradik menjadi korban penipuan yang dilakukan dukun palsu.

Dukun palsu itu sendiri tak lain adalah Sofyan (52) warga Jl. Kendung Benowo, Surabaya. Dalam praktik perdukunan palsunya, Sofyan menggunakan berbagai sarana khususnya logam kuningan yang dinyatakannya sebagai emas.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Dja’far mengatakan, tindak pidana penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan oleh Sofyan ini terjadi pada Juli 2015 lalu di rumahnya, dengan cara Sofyan melakukan tipu muslihat dengan menjanjikan kehidupan yang mulia dan bahagia.

Apabila korban, yakni ZN dan HA yang merupakan kakak beradik itu menuruti permintaan tersangka, maka kehidupan mereka akan berubah menjadi mulia dan bahagia. Sofyan meminta para korban untuk membeli barang-barang yang dikatakannya bisa digunakan sebagai jimat melindungi diri dan keluarga.

Kompol Lily Dja’far saat merilis Sofyan sang dukun palsu.

“Setiap korban diminta datang ke rumah tersangka, korban di beri minum air yang berbau minyak, lalu sisanya disuruh pakai untuk cuci muka. Selanjutnya korban diminta pulang mengambil untuk membayar barang-barang yang berupa jimat tersebut,” kata Lily, Jumat, (05/01).

Lily menuturkan, dalam praktik perdukunan palsu yang dijalankan oleh Sofyan ini, salah satunya ialah dengan menyediakan berlian palsu yang dibelinya di pasaran dengan harga Rp. 150 ribu. Sofyan juga menyediakan logam kuningan batangan yang dikatakannya sebagai emas.

Kemudian berlian dan emas palsu itu dibungkus layaknya jimat menggunakan kain kafan, dilumuri dengan minyak wangi, serta di simpan kedalam sebuah kotak bertulis arab bersama dengan buku stambul yang juga bertulis arab. Selanjutnya di jual kepada korban dengan harga masing Rp. 3 juta.

Kepada para korban, Sofyan mengarahkan agar bungkusan berupa jimat itu supaya di simpan hingga beberapa bulan lamanya. Sofyan meyakinkan korban, setelah beberapa bulan di simpan, jimat yang berisi berlian dan logam kuningan itu harganya akan melambung tinggi.

“Dari praktik dukun palsu ini, masing-masing korban mengalami kerugian ZN sebesar Rp. 160 juta dan HA sebesar Rp. 40 juta,” tandas Lily.

Dari kasus ini, petugas menemukan barang bukti 1 buah kuningan berbentuk apel berisi serbuk hitam terbungkus aluminium foil, 5 kuningan batangan seolah emas batangan, 1 buah kotak kuningan bermotif tulisan arab, 2 buah kepompong, 3 butir pecahan kaca yang dimodifikasi seolah berlian, 2 buah stambul, 1 buah tasbih bulu tistin, dan 10 kuningan batangan panjang seolah emas batangan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sofyan kini terpaksa harus mendekam dalam tahanan dan di jerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.(asb).