Gubernur dan Menteri Pertanian Lepas Ekspor Tiga Komoditas Hortikultura Jatim

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo dan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman melepas ekspor tiga komoditas hortikultura Jatim di Dinas Pertanian Prov. Jatim Jalan A. Yani, Surabaya, Senin (8/10) pagi. Ketiga produk hortikultura berupa buah Mangga, Bawang Merah, dan benih Kangkung itu diekspor ke Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, dan China.

Seusai melepas komoditas ekspor tersebut, Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim mengatakan, pelepasan ekspor terhadap tiga komoditas hortikultura ini merupakan langkah yang tepat dan memberikan solusi yang baik bagi petani. Khususnya, komoditas bawang merah yang harganya sedang mengalami penurunan.

“Ini merupakan keputusan yang tepat dari Bapak Menteri Pertanian. Pada saat harga anjlok untuk komoditas bawang merah, dilakukan ekspor. Langkah ini juga memberikan solusi yang baik bagi petani bawang merah,” jelasnya.

Ketiga komoditi yang diekspor berasal dari berbagai daerah di Jatim. Untuk komoditi Mangga berasal dari Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan dengan eksportir PT. Mahkota Multi Mandiri. Tujuan ekspor Mangga bervarietas Arumanis tersebut dikirim ke Malaysia dan Singapura, dengan volume atau ekspor awal sebanyak 5 ton dengan target 100 ton untuk tahun 2018.

Untuk komoditas Bawang Merah yang diekspor berasal dari Kabupaten Probolinggo. Komoditi bervarietas Super Philip tersebut diekspor ke Filipina dengan volume ekspor sebanyak 26 ton. Target yang ditetapkan pemerintah sebesar 800 ton untuk tahun 2018. Sedang eksportir komoditi tersebut berasal dari CV. Bawang Mas 99.

Sedangkan komoditas Benih Kangkung berasal dari Kabupapten Lamongan dengan jenis varietasnya bernama KK ASA 04. Komoditas tersebut rencananya dikirim ke Vietnam, China, dan Malaysia dengan volume ekspor awal sebanyak 20 ton, dengan target sebanyak 800 ton di tahun 2018. Sebagai eksportirnya berasal PT. Java Karlos Indonesia.

Perdagangan Antar Provinsi dan Ekspor Jatim Diharapkan Meningkat

Dilepasnya ketiga komoditas tersebut, diharapkan agar perdagangan antar provinsi dan ekspor ke luar negeri dari Jatim ke negara ASEAN dapat meningkat pada tahun 2018 ini. Perdagangan antar provinsi Jatim tahun 2018 diperkirakan surplus mencapai Rp. 210 triliun dengan rincian semester I mencapai Rp. 101 triliun, dan di semester II diperkirakan mencapai Rp. 110 triliun.

“Artinya perdagangan antar provinsi bisa dikatakan lebih meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai Rp. 164 triliun,” ujarnya.

Sedangkan untuk ekspor Jatim ke luar negeri dengan negara ASEAN pada 2017 mencapai 1,5 miliar Dollar AS. Diperkirakan tahun ini bisa mencapai 2,2 miliar Dollar AS.

“Jadi ekspornya kita naik itu bagus. Perlu diperhatikan bahwa ekspor itu bisa dilakukan jika kebutuhan dalam negeri telah tercukupi,” jelasnya sambil menjelaskan masih banyak produk pertanian yang bisa diekspor seperti produk susu yang per harinya bisa memproduksi sebanyak 1.600 ton.

Pelepasan Ekspor Komoditas Hortikultura Jadi Momentum Emas

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman menjelaskan, pelepasan ekspor komoditas hortikultura di saat kondisi rupiah melemah menjadi momentum emas untuk mendorong ekspor Indonesia. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi petani Indonesia.

“Langkah ini juga merupakan tindak lanjut perintah Presiden RI untuk mendorong ekspor sebanyak-banyaknya, mempermudah eksportir. Jika perlu diantarkan langsung agar mempermudah perijinan. Kita harus mendorong eksportir Indonesia, termasuk negosiasi dengan negara tujuan.” tegasnya.

Lebih lanjut pihaknya telah melakukan beberapa kali mengekspor produk-produk pertanian. Seperti pada dua bulan lalu mengekspor domba dan kambing. Dan saat ini melepas ekspor Bawang Merah, Benih Kangkung, dan Buah Mangga.

“Ini luar biasa karena produk-produk pertanian Indonesia sudah menembus ke pasar dunia, bahkan ke pasar Eropa,” tuturnya.

Berdasarkan data 2017, ekspor Indonesia naik 24 persen yakni Rp. 441 triliun dan diharapkan tahun ini bisa meningkat lagi. Karena itu, ia akan mendorong ekspor dan investasi guna meningkatkan perekonomian Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Mentan RI Amran Sulaiman juga mengapresiasi Pakde Karwo sebagai gubernur andalan. Sebab, Jatim telah banyak melakukan ekspor produk-produk pertanian ke luar negeri.

“Khusus untuk Pak Gubernur, kami sangat mengapresiasi,” pungkasnya.  (Hms)