Gubernur Apresiasi Pengawasan UNBK Lewat CCTV

Surabaya – Gubenur Jatim Dr. H. Soekarwo memberikan apresiasi atas pengawasan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) lewat CCTV. Hal ini penting dilakukan karena akan memberi efek kejujuran pada setiap siswa, guru, dan semua komite pendidikan.

“UNBK Jatim tahun ini sudah 100%, namun menariknya pengawas justru berada di luar, dan siswa hanya diawasi oleh CCTV. Ini bentuk kreatifitas yang sangat bagus, dan membuktikan semangat kejujuran dalam pelaksanaan UNBK,” terang Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMKN 2 Surabaya, Jl. Tentara Genie Pelajar No. 26, Petemon, Surabaya, Senin (02/04).

Menurut Pakde Karwo, ujian nasional/UN masih sangat penting dilakukan meskipun bukan penentu kelulusan. Lewat UN, bisa dilakukan pemetaan kualitas pendidikan masing-masing daerah di Jatim.

Apalagi, beberapa sekolah kedinasan masih menggunakan nilai UN sebagai standar penerimaan seperti Akpol dan Akmil.

Selain itu, UN merupakan bentuk evaluasi pada proses pembelajaran atau transfer knowledge yang telah dilakukan di sekolah. Evaluasi ini sifatnya menyeluruh selain siswa, kualitas guru, dan metode dikdaktiknya juga akan dinilai

“Melalui UN kita akan mengetahui kualitas pendidikan di Jatim, apakah diatas rata-rata, rata-rata,atau justru di bawah rata-rata,” ujarnya.

Pakde Karwo menambahkan, selain sekedar hasil UN yang harus didorong lagi yakni apakah pendidikan ini bisa menyelesaikan masalah kehidupan misalnya ketenagakerjaan. Inovasi dan kreatifitas perlu dilakukan sehingga bisa memenuhi permintaan pasar.

“Kita perlu melakukan tabulasi pasar sehingga bisa mengetahui kecenderungan pasar tenaga kerja yang dibutuhkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Dr. Saiful Rachman, mengatakan, pelaksanaan UNBK 100% di Jatim tahun ini merupakan tahun kedua. Terkait kesiapannya, untuk kelistrikan Pemprov Jatim telah bekerjasama dengan PLN Dist. Jatim untuk menjamin pasokan listrik aman.

Dicontohkan, ketika terjadi force major telah disiapkan genset. Sedangkan untuk koneksi internet, semua ditangani oleh pusat dan semua sudah disinkronkan tepat jam 12 tadi malam.

“Masing-masing sekolah juga memiliki server cadangan,sehingga ketika server utama putus akan otomatis konek ke server cadangan,” urainya.

Ditambahkan, terkait kebutuhan komputer pada tahun 2017 telah dilakukan pengadaan sebanyak 4000 komputer lewat dana APBD dan APBN.

Khusus di kepulauan contohya Masalembo, karena jaringan koneksi internet terbatas maka servernya dibawa ke daratan terlebih dulu untuk disinkronkan.

“Meskipun harus disinkonkran di daratan, kami bisa memastikan bahwa pelaksanaannya bisa real time dan lancar,” tukas Saiful Rachman.

Kepala Sekolah SMKN 2 Surabaya, Drs. Djoko Pratmodjo Yudo Utomo, MM menyampaikan, jumlah siswa SMKN 2 Surabaya yang mengikuti UNBK sebanyak 914 siswa atau 100%.

Bahkan, satu orang yang usai menjalani operasi juga bisa mengikuti UNBK. Peserta UNBK tersebut terbagi dalam 16 ruangan, dan berasal dari 10 jurusan diantaranya teknik tenaga listrik/TTL, teknik rekayasa perangkat lunak/RPL, teknik pemesinan /TPM, dan teknik audio video/TAV. (Hms)