Goa Baru Ditemukan Dengan Ornamen Menakjubkan

Tuban – Satu lagi, Goa ditemukan di jajaran dataran kras Kabupaten Tuban. Goa dengan ornamen sangat cantik itu berada di Desa Jadi Kecamatan Semanding.

Bukan tanpa sebab, pertama kali ditemukan ketika para penambang batu kapur desa setempat melakukan aktivitas pengalian. Ketika melakukan pemotongan bongkahan batuan, tiba tiba gergaji batu memotong dinding tebing tersebut.

Sehingga muncul lubang dengan mengeluarkan hawa panas. Terdorong rasa penasaran, menjadikan Sudariyono (35) warga setempat sang penemu pertama terus menelisik. Lobang dilebarkan agar semakin jelas apa yang ada di dalam lobang.

“Saya pertama ya kaget, karena setelah saya gergaji ada luapan gas panas begitu. Saya perlebar lobangnya, ternyata lorong goa luas dan saya turun kebawah” katanya, Sabtu (11/8).

Proses pemetaan yang dilakukan tim dan beberapa aktivis setempat menunjukkan bahwa goa ini mempunyai akses masuk berbentuk vertical sedalam 6 meter. Dilanjutkan panjang lorong horisontal sepanjang 214 meter.

Dari penampakan goa, nampak sangat tua sekali. Terlihat dari bebatuannya yang ada di dinding goa. Pada umumnya, Stalagmit dan Stalagtit dimana-mana. Disini, juga terdapat Stalagtit yang besar serta dinding goa yang masih perawan. Warna dan bentuk dinding goa juga sangat bagus.

Sedangkan masing-masing lorong mempunyai variasi keindahan ornament yang berbeda-beda. Bahkan termasuk ornament langka, yang temukan oleh tim caving saat memetakan seperti di daerah karst Tuban maupun karts daerah Utara Jawa.

Tim Caving / pemetaan memutuskan berhenti pada ujung goa. Sebab adanya kubangan air yang belum diketahui kedalamannya.

“Ini sebagi langkah awal pemetaan goa dan pendataan potensi goa itu sendiri,” jelas Aktivis Pemerhati Goa, Nafikurrohman

Goa yang baru ditemukan oleh warga pada pekan ini berada pada titik ketinggian 97 mdpl dengan koordinat 06°56’18.3″ S 111°59’52,7″ E. Untuk sementara di pintu goa alami yang diketemukan akibat ketidak sengajaan penambang, kini dipasang garis polisi.

Setelah dilakukan pemetaan ini adalah sebagai langkah awal memproteksi goa dan lingkunganya. Setelah di petakan banyak potensi yang bisa kembangkan di goa ini, dengan pengembangan atau pengelolaan yang lebih strategis. Sebagai pemerhati goa akan mengembalikan kembali kepada pihak desa, maupun pemerintahan daerah atas kebijakan yang akan di ambil untuk goa ini.

“Untuk menjaga kelestarian goa dan lingkungan ini, tidak bisa dilakukan okeh satu pihak, maka dari itu butuh sinergiritas dari berbagai pihak. Baik pemerintah, masyarakat, pemerhati goa, dan stakeholder terkait,” imbuhnya.   (Afi)