Gerebek Produsen Miras, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Sita 23 Galon Miras Oplosan

AKBP Roni FS Faton (tengah), didampingi Wakasat Resnarkoba (kanan) dan Humas Polrestabes Surabaya (kiri) saat merilis hasil ungkap produsen miras oplosan.

Surabaya – Dua orang produsen minuman keras jenis oplosan ditangkap Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Mereka adalah KK, (40) warga Jl. Lebaok Rejo Surabaya, dan SG, (42) warga Jl. Lebak Jaya Surabaya.

Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni FS Faton mengatakan, sesuai dengan atensi Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang diteruskan oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Rudi Setiawan, pemberantasan terhadap miras digencarkan.

Salah satu bahan kimia untuk campuran miras oplosan.

Dari ungkap kasus ini, Roni menuturkan, bahwa berdasarkan informasi yang di dapat dari masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan upaya penyelidikan, maka pada hari Selasa, 24 Maret 2017 sekitar pukul 11.00 WIB Satresnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan.

“Saat dilakukan penggeledahan ditemukan 23 galon berisi alkohol makanan dan 21 dos berisi botol miras oplosan dalam berbagai jenis ukuran botol. Saat dimintai keterangan oleh anggota, KK mengaku melakukan usaha berdagang miras oploskan karena tergiur untung besar,” kata Roni, Selasa, (24/04).

Kepada petugas, KK mengaku bahwa untuk menjalankan bisnisnya ini, dirinya dibantu oleh saudaranya yang bernama SG. Tersangka juga mengaku telah mempelajari cara meracik minuman keras tersebut dari internet dan sudah menjalankan bisnisnya ini selama dua tahun.

Barang bukti bahan kimia untuk campuran miras oplosan yang disita petugas.

Di hadapan petugas, kedua pelaku mempraktikkan bagaimana cara keduanya meramu minuman keras jenis oplosan. Awalnya pelaku membeli  1 drum isi 200 liter alkohol makanan di toko bahan kimia seharga Rp. 7 juta. Kemudian 200 liter alkohol makanan dibagi ke dalam 20 galon air mineral.

“Kemudian dioplos dengan takaran 1 galon berisi alokhol makanan bading 4 galom air mineral dan dijual ke dalam botol-botol air kemasan seberat 600 ml dengan harga Rp. 20 ribu, dan botol air kemesaran seberat 1 liter seharga Rp.50 ribu,” terang Roni.

Dari hasil ungkap kasus ini pula, petugas menyita barang bukti 23 galon berisi alkohol makanan, dan 21 dos berisi botol miras oplosan.(asb)