Gelapkan Mobil Teman Sendiri, Jefri Yulianto Diadili

Surabaya – Sidang lanjutan perkara penggelapan mobil dengan terdakwa Jefri Yulianto kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya.

Pria yang mengaku bekerja sebagai wartawan ini diadili karena ulahnya yang berpura-pura meminjam mobil kepada temannya untuk dijalankan bisnis taxi online, namun malah di gadaikan ke orang lain.

Sidang yanh digelar di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda mendengar keterangan pasutri yangq sebagai saksi korban Wayan dan Ninik, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi SH, MH, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukisno, Rabu (07/11)

Dalam keterangannya, Wayan dan Ninik pemilik mobil Ertiga warna abu-abu metalik tahun 2015 dengan NoPol L-1772-MA mengatakan bahwa pada awalnya sekitar bulan Februari 2018, terdakwa Jefri Yulianto mendatangi dirinya untuk minta pekerjaan menjalankan mobil milik Ninik (istrin Wayan), untuk bisnis taxi online (Grab).

“Ketika mendekati hari raya Iedul Fitri, saya minta sama Jefri untuk mengembalikan mobilnya karena hendak digunakan untuk mudik lebaran. Tapi ketika saya hubungi selalu beralasan saja, malah lama-lama ga bisa di hubungi. “ terang Ninik

Saksi Wayan juga menambahkan bahwa ketika dirasa sudah tidak bisa di toleransi lagi, Wayan kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonokromo Surabaya.

Wayan yang juga bekerja sebagai sales property tersebut mengaku bahwa dirinya justru mengetahui bila mobil miliknya tersebut sudah digadaikan oleh terdakwa setelah mendapat informasi dari penyidik kepolisian.

“Saya tahunya dari Penyidik Polsek Wonokromo, kalau mobil saya itu di gadaikan sama Jefri ke Sopian.” tutur Wayan.

Terdakwa Jefri Yulianto diketahui telah menggadaikan mobil Ertiga tersebut kepada Sopian (berkas terpisah) sebesar 15 juta rupiah. Sekitar 7 bulan lamanya di tagih untuk mengembalikan mobil milik Wayan dan Ninik, terdakwa selalu berkelit dan banyak alasan.

Bahkan menurut informasi yang di dapat, terdakwa tersebut sudah sering kali menggadaikan mobil milik kenalannya.

Atas perbuatan yang telah dilakukan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum mendakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP. (son)