Gelapkan 18 Unit Mobil, 3 Orang Ini Berurusan dengan Satreskrim Polrestabes Surabaya

Wartapedia, Surabaya. Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali menangkap pelaku penipuan dan atau penggelapan dengan modus sewa mobil rental yang kemudian digadaikan kepada orang lain oleh pelaku tanpa sepengetahuan dari pemiliknya. Dalam penangkapan ini, 3 orang pelaku diamankan di Polrestabes Surabaya.

Ketiga pelaku itu sendiri adalah SH alias Agil, (36) asal Jalan Kyai cempo Sidoarjo, pelaku tipu gelap. FS alias Silo, (38) asal Kalialang, Pacitan, penadah mobil yang digadai oleh Agil, dan Kentus (25) asal Bandarngin, Pacitan, yang juga merupakan penadah lain dari mobil yang digadai oleh Agil. Harga yang digadai pun bervariasi.

Aksi tipu gelap yang dilakukan oleh Agil terbongkar pada saat dirinya menyewa mobil milik Nuriadi. Dalam akad sewa itu, disepakati melalui omongan bahwa ketiga mobil tersebut akan dijalankan rental dengan perjanjian omongan perbulan akan diberi bayaran sewa. Pembayaran yang dijanjikan mulai dari Rp. 5,5 juta hingga Rp. 6,5 juta.

Sayangnya, Agil mengingkari janjinya dengan tidak membayar uang sewa selama 2 bulan terakhir, dan Agil sendiri pun tidak pernah bisa dihubungi. Dari keterangan Nuriadi, dirinya juga mencari Agil di rumah tapi tidak pernah ketemu. Parahnya, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata ketiga mobil miliknya digadaikan oleh Agil kepada orang tanpa sepengetahuannya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, dari hasil keterangan yang di dapat dalam penyidikan, Agil ternyata memerintahkan dua rekannya, yakni Silo dan Kentus untuk menggadaikan ketiga mobil tersebut kepada orang lain dengan alasan untuk kebutuhan biaya proyek. Uang hasil gadai pun diberikan oleh Silo dan Kentus kepada Agil.

“Ternyata proyek yang di maksud adalah fiktif belaka,” kata Leonard, Kamis (03/08).

Selain 3 mobil milik Nuriadi, Agil ternyata juga pernah menggadaikan 15 unit mobil berbagai jenis yang merupakan mobil milik rental di Sedati Juanda, dengan modus yang sama. Proses penggadaian pun juga dilakukan oleh Silo dan Kentus atas perintah Agil. Dengan demikian, sudah 18 unit moibl yang digadaikan oleh Agil dengan modus yang serupa.

Beruntung, ke 18 mobil tersebut secara keseluruhan berhasil ditemukan oleh petugas, sehingga dapat dilakukan penyitaan. Bahkan, dari hasil ungkap kasus ini, Satreskrim Polrestabes Surabaya juga telah mengembalikan 5 unit mobil milik korban penipuan yang dilakukan oleh Agil dan dua rekannya. Atas perbuatannya, Agil di jerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP. Sedangkan Silo dan Kentus di jerat dengan Pasal 480 KUHP.(asb)