GSM: Gerakan Singkawang Membaca Diminati Warga

SINGKAWANG - Minat baca masyarakat Singkawang terus meningkat, hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan daerah, maupun sambutan positif warga Singkawang terhadap mobil perpustakaan keliling.

Kepala Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang, Darnila SE mengatakan Jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan daerah ini meningkat dan ini dapat di lihat dari meningkatnya pembuatan kartu keanggotaan perpustakaan maupun adanya kunjungan anak-anak sekolah ke perpustakaan.

“Peningkatan ini tidaklah signifikan namun begitu yang penting minat membaca masyarakat sudah mulai tumbuh,” kata Darnila, di ruang kerjanya, Sabtu (25/2).

Progres positif ini cukup menggembirakan sebab, Darnila mengaku program ini Masih berjalan kurang setahun (3/5/2011) setelah pencanangan Gerakan Singkawang Membaca (GSM) oleh Walikota Singkawang tersebut

Gerakan Singkawang membaca (GSM) merupakan pelaksanaan intruksi Gubernur Kalbar Nomor 3 Tahun 2010 yang  selanjutnya ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Surat Walikota Singkawang  Nomor: 041/54/KPDK-A.

Dalam surat tersebut Walikota Singkawang, Dr. Hasan Karman SH MM menyampaikan untuk menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca di lingkungan kerja, satuan pendidikan, masyarakat dan keluarga, agar seluruh masyarakat mengunjungi dan memanfaatkan perpustakaan di Kota Singkawang.

Pencanangan GSM, lanjut Darnila, yang telah dilaksanakan tersebut tidak hanya acara  seremonial belaka, maka Pemkot Singkawang melalui Kantor Perpustakaan dan Kearsipan akan melaksanakan sosilisasi GSM yang disertai dengan penyerahan bantuan buku-buku di beberapa kelurahan.

“ Kami sudah sampaikan ini ke Bapak Walikota, beliau mendukung serta menyambut baik program ini dan dalam waktu dekat akan kita laksanakan. Di tahun 2012 ini ada 8 kelurahan mendapat bantuan buku. Mengenai kelurahan mana yang akan mendapat bantuan buku tersebut, tunggu saja nanti,”katanya.

Terkait gerakan wakaf buku yang telah dilaksanakan sampai dengan saat ini, Darnila mengatakan, respon dari masyarakat secara pribadi cukup baik ini bisa di lihat dari sudah banyak sumbangan buku-buku bacaan dari masyarakat yang mau menyumbang.

“ Kadang-kadang ada juga yang mengembalikan buku perpustakaan yang di pinjam terlambat kemudian mereka menyumbang 3 atau 4 buku novel kesini. Itu bukan karena takut di denda karena memang di sini tidak ada denda yang ada Cuma kesadaran mereka untuk mengembalikan buku yang di pinjamnya,” lanjut Darnila.

Kemudian lebih lanjut Ia mengungkapkan kalau selama ini perhatian dari  instansi maupun perusahaan terhadap gerakan wakaf buku masih sangat kurang. “ Respon instansi maupun perusahaan sih pada saat gerakan ini baru di mulai yang berbarengan dengan pencanangan GSM begitu baik akan tetapi sampai saat ini partisifasi dari instansi baik pemerintah maupun swasta  masih kurang,” ujarnya. (skw) foto: ilustrasi perpustakaan kpk

"Suatu masyarakat paling primitif pun, misalnya di jantung Afrika sana, tak pernah duduk di bangku sekolah, tak pernah melihat kitab dalam hidupnya, tak kenal baca-tulis, masih dapat mencintai sastra, walau sastra lisan."
Magda Peters