Bahasa Alay Ancam Bahasa Indonesia

Bahasa Alay Ancam Bahasa Indonesia

Jakarta - wartapedia : Perkembangan zaman dan teknologi informasi telah menggiring kaum muda untuk berkomunikasi dengan caranya sendiri, sehingga Bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi korbannya.

Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa sehingga tidak pantas perkembangan zaman dan perubahan teknologi komunikasi menggerusnya, apalagi jika hanya demi pergaulan.

Pergeseran itu tampak di kalangan remaja, terutama saat mengirim pesan singkat via ponsel atau berkomunikasi di dunia maya." ujar Ketua Program Studi Indonesia Universitas Indonesia Maria Josephine Manti dalam sebuah acara di Tanah abang, Jakarta,Sabtu (9/10).

“Kalau mau menggunakan Bahasa Indonesia total saja, jangan dicampur dengan bahasa rekaan sendiri atas nama bahasa gaul atau alay, ini merusak identitas bangsa”

Maria Josephine Manti
Ketua Program Studi Indonesia
Universitas Indonesia

Salah satu contoh bahasa komunikasi mereka yang dikatakan bahasa gaul adalah dengan menyingkat huruf dengan angka dalam sebuah kata. Sebagai contoh, “9ax aneh kok ay..slmet ya mo9a lan99eng. amHIen”. Kalimat itu artinya, “nggak aneh kok Ay, selamat ya semoga langgeng.Amin.”

Bahasa gaul atau bahasa alay ini boleh-boleh saja, asal dikendalikan. Jangan kebablasan seperti sekarang, dengan tidak melihat tempat dan momen, katanya.

Munculnya bahasa gaul, lanjut Maria, terjadi karena dinamika kehidupan masyarakat dan kemajuan teknologi komunikasi, ditambah kemunculan jejaring sosial di dunia maya. Pengguna media internet memanfaatkan bahasa gaul untuk berkomunikasi secara online dan bahasa gaul pun menyisihkan Bahasa Indonesia.

Pengamat Komunikasi Dian Budiargo menuturkan bahwa penggunaan bahasa alay bisa merusak tatanan bahasa Indonesia. ”Seperti kata lu dan gue, jika dua kata itu digunakan antar teman tidak akan menjadi masalah. Namun jika digunakan pada acara formal, maka akan muncul anggapan rendahnya tingkat profesionalisme seseorang dalam suatu hubungan kerja,” ujar Dian.

Masyarakat termasuk pendidik, imbuh Dian, sebaiknya ikut menjaga dan melestarikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang utama dan penting sebagai warga negara Indonesia. “Di era global, penguasaan bahasa asing tetap diperlukan. Namun yang lebih penting adalah menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama,” kata Dian.(c6/rdi/pr)

"Kita harus hidup bersama sebagai saudara atau musnah bersama sebagai orang bodoh"
Martin Luther King