Kemdiknas : Tingkatkan APK SMA/SMK Guna Capai Target EFA

Kemdiknas : Tingkatkan APK SMA/SMK Guna Capai Target EFA

Kemdiknas sedang berupaya meningkatkan APK di tingkat pendidikan tinggi, dari 26% pada tahun ini, menjadi 35% pada 2014

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Nasional terus berupaya untuk mencapai target Education For All (EFA), yang menjadi tujuan MDGs tahun 2015, dengan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) di semua jenjang pendidikan.

Saat ini perhatian lebih difokuskan untuk peningkatan APK di tingkat SMA dan SMK. Untuk mencapainya, Kemdiknas akan mengupayakan dari sisi pembiayaan atau dana, dan sisi ketersediaan sekolah.

APK dan Angka Partisipasi Murni (APM) di jenjang pendidikan dasar sudah mencapai angka yang baik.

"Saat ini APK pendidikan dasar mencapai 117%, sedangkan APM 98%," ujar Mendiknas Mohammad Nuh kepada wartawan, seusai pelantikan pejabat eselon 1 di Graha Utama Kemdiknas, hari ini (25/7).

APM pendidikan dasar tersebut, berarti dari total anak-anak usia sekolah, antara 6-12 tahun, tinggal 2% yang belum menikmati bangku sekolah di pendidikan dasar.

Adapun APK 117% berarti menunjukkan jumlah anak-anak yang sedang bersekolah di pendidikan dasar, yaitu mereka yang murni berusia 6-12 tahun, ditambah mereka yang memiliki usia telat masuk sekolah karena ada beberapa faktor yang menjadi hambatan.

"Karena itu saya tidak terlalu risau dengan APM, tapi dengan APK. Tidak apa-apa telat sedikit tapi yang penting kan bisa sekolah," ucap Menteri Nuh, Seperti dilansir laman Kemdiknas.

Untuk SMP, APK sekitar 70%-80%. Sedangkan APK SMA dan SMK baru sekitar 60%. Padahal Kemdiknas sedang berupaya meningkatkan APK di tingkat pendidikan tinggi, dari 26% pada tahun ini, menjadi 35% pada 2014.

"Kalau  stuck di SMA dan SMK, APKnya rendah, siapa yg melanjutkan ke sana (pendidikan tinggi)? Piramida harus ditata," tutur Menteri Nuh.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan, tingkat APK dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi keluarga peserta didik. Karena itu Kemdiknas akan memberikan dukungan berupa bantuan biaya, baik berupa beasiswa maupun bantuan operasional untuk sekolah.

"Terbukti, dulu APK pendidikan dasar rendah, setelah kami berikan BOS jadi naik" katanya

Selain sisi pembiayaan atau dana, sisi ketersediaan sekolah juga menjadi perhatian Kemdiknas. Saat ini hampir di setiap kecamatan terdapat SMA dan SMK.

Untuk ke depannya, Kemdiknas akan menambah unit sekolah, sehingga di setiap kecamatan tidak hanya terdapat satu SMA atau SMK, tapi ada beberapa sekolah.

Hal ini dilakukan supaya mobilitas lulusan SMP semakin mudah, sehingga jarak tidak lagi menjadi hambatan bagi mereka yang bertempat tinggal di desa. (c8/lik)

"Bagi bangsa Indonesia pandangan hidup itu dapat dipelajari dari khazanah adat, istiadat, kebiasaan-kebiasaan di dalam pelbagai kebudayaan daerah."
R. Parmono - Filsuf Indonesia