Beasiswa : 2 Juta Siswa SD Miskin di 33 Provinsi Dapat Bantuan

Beasiswa : 2 Juta Siswa SD Miskin di 33 Provinsi Dapat Bantuan

Dari 6 kotamadya di DKI Jakarta, wilayah Jakarta Utara memiliki penerima beasiswa terbanyak, yaitu 11 ribu siswa.

JAKARTA - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh memberikan beasiswa kepada anak-anak sekolah dasar dari keluarga berekonomi lemah di daerah Jakarta Utara, pada Rabu (27/4).

Pemberian beasiswa berlangsung di Sekolah Dasar Islam Darussalam, Cilincing, Jakarta Utara. Tahun ini merupakan tahun ke-tujuh pelaksanaan program beasiswa bagi siswa miskin jenjang SD.

Pada tahun ini, jumlah sasaran penerima beasiswa miskin SD di 33 provinsi sebanyak 2,025 juta siswa. Untuk wilayah DKI Jakarta, ada 45.166 siswa penerima.

Wakil Walikota Jakarta Utara, Manggara Pardede mengatakan, sebagian besar penduduk  Jakarta Utara mencari nafkah dari laut. Biaya operasional untuk melaut cukup besar, ditambah lagi dengan cuaca yang kian tak menentu, dan harga hasil laut yang fluktuatif.

Karena itu, tingkat kesejahteraan warga di Jakarta Utara masih banyak yang rendah. Pihaknya pun selain bekerja sama dengan Kemdiknas, juga menjali hubungan dengan perusahaan-perusahaan yang menjalankan program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan.

Menteri Nuh mengatakan, pemerintah berkewajiban memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga ekonomi lemah, supaya tidak putus sekolah. Beasiswa Miskin SD yang diberikan pemerintah kepada tiap siswa sebesar Rp360 ribu per tahun.

"Di SD sini (SD Islam Darussalam) bayar Rp15 ribu karena BOS-nya belum cukup, karena (sekolah) swasta. Untuk adik-adik kita yang seperti ini, Rp15 ribu itu besar. Oleh karena itu kita berikan beasiswa supaya gratis. Dan kami juga minta pemerintah daerah untuk memberikan bantuan," ujarnya.

Program pemberian beasiswa untuk siswa miskin SD telah dilaksanakan sejak 2005. Setiap tahun jumlah sasaran penerima beasiswa meningkat.

Sementara untuk besarnya beasiswa, baru naik pada tahun 2008, yaitu dari Rp300 ribu per tahun, menjadi Rp 360.000 per tahun. Dana beasiswa ini berasal dari APBN yang mekanisme anggarannya melalui dana dekonsentrasi.(c8/lik)

"Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya."
Frischboten