KJRI Sabah : Minta Kemdikbud Kirim Guru Agama Ke Sekolah Anak TKI Di Sabah

KJRI Sabah : Minta Kemdikbud Kirim Guru Agama Ke Sekolah Anak TKI Di Sabah

SABAH - Konsulat Jenderal RI (KJRI) Sabah, Malaysia, berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengirim guru Agama ke sekolah Indonesia untuk anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Sabah.

"Sekolah Indonesia untuk anak-anak TKI masih sangat kekurangan guru, khususnya guru agama," kata Konsul Jenderal RI Sabah, Seopeno Sahid di Kinabalu, Selasa (18/12)

Menurut Soepeno, salama ini pengajaran bidang studi agama terpaksa dilakukan oleh guru dari jurusan lain, untuk  menutupi kekurangan tersebut.

"Secara keseluruhan jumlah guru yang ada saat ini belum sebanding dengan jumlah sekolah Indonesia di Negeri Sabah, yang mencapai 152 unit termasuk community learning center (CLC)" tambahnya

"Jadi jumlah guru dengan sekolah belum sebanding,makanya masih banyak CLC khususnya di kawasan perkebunan kelapa sawit yang lokasinya sangat terpencil, tenaga guru dan pekerja setempat yang latar belakang pendidikannya hanya SD dan SMP," katanya.

"Selama ini pihak sekolah terpaksa menerima tenaga pengajar setempat, agar anak-anak TKI di Negeri Sabah dapat mengenyam pendidikan", kata Soepeno. Sejumlah CLC sengaja dibentuk oleh para pekerja dengan tujuan anak-anak TKI dapat membaca, menulis dan menghitung.

Kendati begitu, masih saja anak-anak TKI yang sudah memasuki usia sekolah, yang jumlahnya puluhan ribu,  tidak  tertampung CLC.

Nengsi Yunus, salah seorang guru CLC Tunas Harapan di Kampung Mendung, Kemanis Papar, Sabah, mengatakan sekolah  CLC tempatnya mengajar sejak 2010 belum memiliki guru agama. Bahkan dari empat guru yang ada semua hanya lulusan  SMA dan Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Untuk mata pelajaran agama, terpaksa dilakukan oleh guru biasa.

"Mudah-mudahan dimasa mendatang sekolah kami ini mendapatkan kiriman guru Agama ISlam dan Kristen," kata Nengsi Yunus.(lik/KBRI kuala lumpur)

"Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut."
Pangemanann