Tuesday, 30 August 2011 14:14

| Usai menjalankan puasa selama sebulan, sistem pencernaan dalam tubuh kita membutuhkan fase pemulihan. Kondisi ini harus diimbangi dengan pola makan sehat
|
SURABAYA - Lebaran identik dengan makanan yang enak. Beragam sajian kuliner khas seperti opor ayam, kupat sayur, rawon, Gulai ayam dan lainya tentu menjadi sajian penikmat selama lebaran.
Namun tahukah kita bahwa makanan tersebut bisa membuat perut kita kaget, karena selama sebulan penuh kita berpuasa. Kondisi pencernaan tentu memerlukan fase peralihan agar tidak terjadi gangguan pada lambung.
Beragam penyakit seperti migrain, kolesterol, diabetes mengancam karena pada saat lebaran, kita banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan minuman yang manis.
Sekedar kiat sederhana, sebaiknya kita menghindari makanan berlemak saat lebaran. Fase ini butuh dua sampai tiga hari. Selain itu, untuk makanan seperti opor diperbolehkan namun tetap dalam porsi yang normal.
Pakar Gizi dari Rumah Sakit Al Noor Abu Dhabi, dr Humaira Nasir mengatakan konsumsi Jus buah dan salad bisa menjadi makanan yang diprioritaskan.
"Untuk kuliner dari ayam atau ikan, sebaiknya memilih yang dipanggang dan bukan digoreng. Air putih juga sangat penting. Hindari minuman bersoda atau yang berkadar gula tinggi," kata dr Nasir, seperti dikutip Gulfnews.
Bagi yang menyukai masakan pedas, tidak terlalu dianjurkan. Jika terpaksa ingin menyantapnya, sebaiknya tidak terlalu pedas, dan harus diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup.(c7/din)
![]() |
![]() |
| FOTO: 30 Tahun Volkswagen Club Surabaya |
"Suatu masyarakat paling primitif pun, misalnya di jantung Afrika sana, tak pernah duduk di bangku sekolah, tak pernah melihat kitab dalam hidupnya, tak kenal baca-tulis, masih dapat mencintai sastra, walau sastra lisan."
Magda Peters