Panduan Budidaya Strawberry

Panduan Budidaya Strawberry

Budidaya Strawberry membutuhkan penanganan khusus, namun secara umum, tanaman stolon ino ini mudah untuk dibudidayakan

Stroberi (strawberry) merupakan tanaman stolon. Artinya, anakan mulai berbunga ketika berumur 2 bulan setelah tanam. Kemudian dilanjutkan dengan pembuangan pada munculnya bunga.

Barulah setelah tanaman berumur 4 bulan, bunga dibiarkan tumbuh jadi buah. Komplit, periode pembungaan dan pembuahan memakan waktu selama 2 tahun tanpa henti.

Sama halnya dengan teknik awal panen pada anggur, yaitu mengetahui dengan spesifik ciri dan umur panen. Untuk ciri, bisa dilihat pada bagian buah yang sudah agak kenyal dan empuk.

Terlebih didukung dengan kulit buah yang didominasi warna merah, hijau kemerahan hingga kuning kemerahan. Bisa juga ditandai dengan sistem waktu, dimana buah berumur 2 minggu sejak pembungaan atau 10 hari setelah awal pembentukan buah.

Setelah tahu ciri buah yang akan dipanen, langkah selanjutnya tentu cara menerapkan teknik panen. Idealnya, panen dilakukan dengan memetik bagian tangkai bunga dengan kelopaknya.

Di sini, tangan jangan sampai menyentuh buah. Penggunaan gunting pun sedikit riskan dilakukan, meski efektif untuk panen. Panen dilakukan dalam kurun waktu dua kali dalam satu minggu

“Jika tetap menggunakan gunting untuk proses panen. Sebaiknya, sterilkan terlebih dulu. Itu untuk menghindari kebusukan buah nantinya,” ujar Pembudidaya Stroberi di Purbalingga Jateng – Andi Arifin.

Perkiraan produktivitas tanaman stroberi bergantung dari varietas dan teknik budidaya. Untuk varitas Osogrande mencapai 1,2 kg/tanaman/tahun, varitas pajero 0,8 kg/tanaman/tahun dan varitas Selva 0,6-0,7 kg/tanaman/tahun. Ketiga varitas ini, menurut Andi, jenis stroberi yang paling banyak dibudidaya di Indonesia.

PASKA PANEN STRAWBERRY

  1. PENGUMPULAN : Sebaiknya buah disimpan dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar. Simpan di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan hasil dan hamparkan buah di atas lantai beralas terpal atau plastik. Kemudian cuci buah dengan air mengalir dan tiriskan di atas rak-rak penyimpanan.
  2. PENGGOLONGAN DAN PENYORTIRAN : Pisahkan buah yang rusak dari buah yang baik. Penyortiran buah berdasarkan pada varietas, warna, ukuran, dan bentuk buah. Terdapat 3 kelas kualitas buah, yaitu:
    • Kelas Ekstra. Buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies, warna, dan kematangan buah seragam.
    • Kelas I. Buah berukuran 15-25 mm atau tergantung spesies,  bentuk, dan warna buah bervariasi.
    • Kelas II. Tak ada batasan ukuran buah, sisa seleksi kelas ekstra dan kelas I yang masih dalam keadaan baik.
  3. PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN : Dalam proses pengemasan stroberti ini bisa dikemas dalam wadah plastik transparan atau putih, dengan kapasitas 0,25-0,5 kg dan ditutup dengan plastik lembar polietilen. Sedangkan untuk penyimpanan, diletakkan pada rak dalam lemari pendingin dengan suhu  0-10C.

Selama ini, banyak yang mengeluhkan buah yang dikirim sudah rusak sebelum tiba di tempatnya. Tentu bukan keuntungan yang didapat. Terlebih pada anggur yang tergolong jenis buah rentan kerusakan, karena tipisnya lapisan kulit. Namun hal itu bisa ditekan jika proses panen dan pasca panen diperhatikan dari awal. [san]


DAFTAR PUSTAKA:

  • tabloid gallery

"Saya lebih menyukai rasionalisme daripada ateisme. Masalah mengenai Tuhan dan objek-objek kepercayaan lainnya tidak dapat dijelaskan dan tidak berperan dalam rasionalisme, oleh karena itu Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan menyerang (suatu pandangan) atau bertahan (dari serangan pihak lain)."
Isaac Asimov