MOJOKERTO

MOJOKERTO

Mojokerto adalah nama kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Era otonomi daerah membuat Mojokerto terpecah menjadi kota dan kabupaten.

Kabupaten Mojokerto terdiri atas 18 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Sementara kota Mojokerto hanya memiliki dua kecamatan, yakni Magersari dan Prajurit Kulon.


SEJARAH
Menurut sumber sejarah, Raden Wijaya sebenarnya adalah mantu Ke(rtana-gara yang masih terhitung keponakan. Kitab Pararaton menyebutkan bahwa ia mengawini dua anak sang raja sekaligus, tetapi kitab Na-garakerta-gama menyebutkan bukannya dua melainkan keempat anak perempuan Ke(rtana-gara dinikahinya semua.

Pada waktu Jayakatwang menyerang Singhasa-ri, Raden Wijaya diperintahkan untuk mempertahankan ibukota di arah utara. Kekalahan yang diderita Singhasa-ri menyebabkan Raden Wijaya mencari perlindungan ke sebuah desa bernama Kudadu, lelah dikejar-kejar musuh dengan sisa pasukan tinggal duabelas orang.

Berkat pertolongan Kepala Desa Kudadu, rombongan Raden Wijaya dapat menyeberang laut ke Madura dan di sana memperoleh perlindungan dari Aryya Wiraraja, seorang bupati di pulau ini. Berkat bantuan Aryya Wiraraja, Raden Wijaya kemudian dapat kembali ke Jawa dan diterima oleh raja Jayakatwang. Tidak lama kemudian ia diberi sebuah daerah di hutan Te(rik untuk dibuka menjadi desa, dengan dalih untuk mengantisipasi serangan musuh dari arah utara sungai Brantas. Berkat bantuan Aryya Wiraraja ia kemudian mendirikan desa baru yang diberi nama Majapahit.


GEOGRAFI
Mojokerto memiliki luas wilayah 872 km ², dan terletak antara 15 m dan 3.156 m di atas permukaan laut. Mojokerto dibagi menjadi Kotamadya Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto


TOPOGRAFI
Wilayah Kabupaten Mojokerto cenderung di tengah dan tinggi di bagian selatan dan utara. Bagian selatan merupakan wilayah pegunungan yang subur, meliputi Kecamatan Pacet, trawas, Gondang dan jatirejo. Bagian tengah merupakan wilayah dataran, sedangkan bagian utara merupakan daerah perbukitan kapur yang kurang subur.

Sekitar 30% dari seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto kemiringan tanahnya lebih dari 15 derajat, sedangkan sisanya merupakan wilayah dataran dengan tingkat kemiringan lahan kurang dari 15 derajat.

Letak ketinggian kecamatan-kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto rata-rata berada dibawah 500 m dari permukaan laut, kecamatan yang memiliki ketinggian tertinggi adalah Kecamatan pacet, dimana ketinggiannya berada pada lebih 700 m dari permukaan laut.

Secara administratif wilayah Kabupaten Mojokerto terdiri dari 18 kecamatan, 304 desa. Luas wilayah secara keseluruhan Kabupaten mojokerto adalah 692,15 km2, dimana bila kita amati wilayah Kecamatan Dawarblandong merupakan kecamatan dengan luas wilayah terbesar.

Sementara Kota Mojokerto terletak pada ketinggian ±22 meter dari permukaan laut dan kemiringan tanah 0% – 3%.  dan dapat disimpulkan bahwa Kota Mojokerto memiliki permukaan tanah yang relatif datar.

Jenis tanah yang terdapat di wilayah Kota Mojokerto sebagian besar terdiri dari aluvial (62.74%) dan grumosol (37.26%). Dari kondisi tersebut jenis tanah di Kota Mojokerto merupakan tanah yang cukup baik untuk usaha pertanian, karena tanah tersebut terdiri dari endapan tanah liat bercampur dengan pasir halus, berwarna hitam kelabu dengan daya penahan air yang cukup baik dan banyak mengandung mineral yang cukup baik bagi tumbuh-tumbuhan.

  • Pemukiman           44,14 %
  • Pendidikan              0,79 %
  • Industri                  4,34 %
  • Pertanian              41,76 %
  • Usaha Perdagangan  2,76 %
  • Perkantoran            2,46 %
  • Kesehatan              0,66 %
  • Sarana                   2,40 %
  • Kuburan /makam     0,04 %
  • Lapangan Olahraga  0,15 %
  • Peribadatan            0,21 %
  • Lain-lain                 0,24 %

Iklim di wilayah Kota Mojokerto dicirikan dengan adanya musim hujan dan musim kemarau dengan curah hujan rata-rata 10,58 mm. Sedangkan temperatur mencapai 220 – 310 dengan kelembaban udara 74,3 – 84,8 Mb / hari dan kecepatan angin rata-rata berkisar 3,88 – 6,88 knot / bulan.


DEMOGRAFI
Menurut hasil regrestrasi dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten penduduk sampai dengan bulan Juni 2010 jumlah penduduk Kabupaten Mojokerto berjumlah 1.080.655.

Jumlah penduduk laki-laki 543.445 sedang jumlah penduduk perempuan 537.210, sek rasio penduduk Kabupaten Mojokerto sampai dengan bulan Juni  2010 adalah 1,011 hal ini berarti bahwa penduduk laki-laki Kabupaten Mojokerto lebih banyak dibanding perempuan. Kepadatan penduduk rata Kabupaten Mojokerto sampai dengan bulan Juni 2010 adalah 1.561,30 jiwa setiap km2.

Jumlah Penduduk Kabupaten Mojokerto

Berdasarkan  Jenis Kelamin

BULAN : JUNI 2010

NO KECAMATAN JENIS KELAMIN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KK
LAKI-LAKI PEREMPUAN
1 JATIREJO 20.955 20.441 41.396 12.334
2 GONDANG 21.075 20.880 41.955 12.642
3 PACET 28.035 27.992 56.027 17.651
4 TRAWAS 14.735 14.813 29.548 9.035
5 NGORO 38.600 38.545 77.145 23.121
6 PUNGGING 36.832 36.382 73.214 22.088
7 KUTOREJO 30.791 30.063 60.854 18.102
8 MOJOSARI 38.766 37.720 76.486 22.454
9 DLANGGU 27.571 27.411 54.982 16.229
10 BANGSAL 25.148 24.555 49.703 14.931
11 PURI 36.213 35.809 72.022 20.494
12 TROWULAN 36.537 35.911 72.448 21.822
13 SOOKO 37.209 36.392 73.601 20.177
14 GEDEG 30.332 29.943 60.275 18.035
15 KEMLAGI 29.204 29.434 58.638 17.215
16 JETIS 41.396 40.844 82.240 24.772
17 DAWARBLANDONG 25.247 25.896 51.143 15.386
18 MOJOANYAR 24.799 24.179 48.978 14.026
JUMLAH 543.445 537.210 1.080.655 320.514

 

Jumlah Penduduk Kabupaten Mojoketo Berdasarkan

Struktur Umur Dan Jenis Kelamin

BULAN : JUNI  2010

GOLONGAN UMUR JUMLAH PENDUDUK
NO (TAHUN) JENIS KELAMIN (JIWA) TOTAL JMLH KUMULATIF


LAKI-LAKI PEREMPUAN (JIWA) (JIWA)
1 0 Th  - 4 Th 28.672 26.980 55.652 55.652
2 5 Th - 9 Th 40.742 38.189 78.931 134.583
3 10 Th - 14 Th 47.418 44.462 91.880 226.463
4 15 Th - 19 Th 44.701 42.834 87.535 313.998
5 20 Th - 24 Th 44.355 43.134 87.489 401.487
6 25 Th - 29 Th 51.631 51.927 103.558 505.045
7 30 Th - 34 Th 49.065 47.712 96.777 601.822
8 35 Th - 39 Th 49.582 48.989 98.571 700.393
9 40 Th - 44 Th 47.203 46.830 94.033 794.426
10 45 Th - 49 Th 38.934 38.872 77.806 872.232
11 50 Th - 54 Th 32.248 30.532 62.780 935.012
12 55 Th - 59 Th 23.193 21.296 44.489 979.501
13 60 Th - 64 Th 15.487 17.095 32.582 1.012.083
14 65 Th - 69 Th 13.258 15.299 28.557 1.040.640
15 70 Th - 74 Th 8.425 10.951 19.376 1.060.016
16 > 75 8.531 15.108 20.639 1.080.655
Jumlah 543.445 537.210 1.080.655
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Komoditas Unggulan Mojokerto

Telur asin, Bebek asap, dan Day Old Duck
Sentra Itik Modopuro di Kecamatan Mojosari dan Kecamatan Bangsal. Telur yang dihasilkan mencapai sebanyak 150.000 butir/tahun dengan harga berkisar Rp. 700 ,- perbutir. Bebek asap buatan Institut Bina Mandiri Desa Padi Kecamatan Gondang dapat dipesan seharga Rp. 20.000,- s/d Rp. 35.000.,- dengan rasa yang paling enak. Produksi DOD (Day Old Duck) itik umur sehari tahan pengiriman jarak jauh.

Industri Jamur
Merupakan Pruduk unggulan dengan kandungan gizi sangat tinggi sehingga cocok untuk menu sehari-hari. Budidaya Jamur Kuping banyak dijumpai di Kecamatan Gondang Desa Padi dan Kecamatan Pacet Desa Celaket. Sedangkan Jamur Tiram banyak dibudidayakan di Kecamatan Trawas Desa Trawas dan Kecamatan Pacet Desa Celaket.  Pemasaran meliputi Bali, Malang Surabaya dan kota besar lainnya.


Tape Ketan Hitam

Setiap wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata/rekreasi di Kabupaten Mojokerto khususnya Pacet dan sekitarnya, pasti akan menemukan penjual tape ketan ireng/hitam secar pikulan.Tape ketan ireng banyak diproduksi oleh masyarakat Desa Centong Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, biasanya tape ketan ireng tersebut dinikmati dengan dicampur jadah (nama kue dari ketan putih) Rasanya sangat nikmat dan manis. Pemasaran tape ketan ireng banyak dijual ditempat rekreasi di Kabupaten Mojokerto, prigen dan Batu - Malang.

Kerupuk Rambak
Kerupuk rambak di Kabupaten Mojokerto paling banyak dihasilkan di Desa Domas Kecamatan Trowulan dan Desa Kauman Kecamatan Bangsal.Produksi yang dihasilkan mencapai 15 kg/produsen/hari. Selain kerupuk rambak terdapat pula kerupuk dengan bahan dasar ketela pohon yang memiliki rasa kentang dari desa Domas Kecamatan Trowulan dan Desa Dinoyo Kecamatan Jatirejo. Produksi yang dihasilkan sekitar 3 kw/hari/produsen.

Petani Lebah Madu
Petani peternak lebah madu di Kabupaten Mojokerto banyak terdapat di desa Cembor, Celaket dan Kemiri Kecamatan Pacet, Trawas dan Desa Tampungrejo Kecamatan Puri. Di Kecamatan Pacet dan Trawas para petani peternak lebah madu dibina oleh Perum Perhutani, Dinas Perkebunann dan Kehutanan Kabupaten Mojokerto. Madu yang dihasilkan bermutu baik dan mempunyai rasa yang khas sesuai dengan kondisi alam Kecamatan Pacet dan Trawas yang sejuk dikelilingi tanaman pinus, tanaman hias dan buah-buahan. Mudah didapat di Kecamatan Trawas.

 

Industri Kecil Kacang Mente
Industri kecil "Kacang Mente" banyak dijumpai di Desa Wonosari Kecamatan Ngoro. Petani jambu mente yang berfungsi sebagai pemasok biji mente berada tersebar hampir diseluruh kecamatan di Mojokerto. Sedang yang merupakan sentra tanaman Jambu mente berada di Kecamatan Ngoro, Dawar blandong dan Jetis.Kacang mente ini banyak dijumpai di depot,restaurant dan supermaket.

Pisang Cavendis
Salah satu jenis pisang yang banyak dikembangkan dan dibudidayakan di Kabupaten Mojokerto adalah pisang cavendis. Sentra budidaya cavendis ini berada di desa-desa di Kecamatan Gondang. Pisang cavendis ini dapat diolah menjadi pasta pisang (pure), keripik pisang dan disajikan sebagai buah segar. Pisang cavendis ini apabila disajikan sebagai buah segar sangatlah menarik karena buahnya yang cukup besar. Harga persisir berkisar antar 5000 s/d 10.000 dengan area pemasaran meliputi supermaket di Jakarta, Surabaya, malang serta banyak dijumpai di pasar-pasar dan depot baik di wilayah Mojokerto maupun luar Kabupaten Mojokerto.

Mangga
Kabupaten Mojokerto merupakan sentra penghasil mangga gadung, setiap wilayah kecamatan banyak terdapat tanaman mangga gadung. Namun penghasil terbanyak buah mangga gadung berada di Kecamatan Puri dan Kecamatan Dlanggu. Area pemasaran buah mangga ini meliputi beberapa kota besar antar lain Surabaya, Malang Semarang dan Jakarta serta kota-kota lainnya. Produksi mangga gadung di Kabupaten Mojokerto mencapai sekitar 20.000 ton pertahunnya.

Kerajinan Bordir
Pengrajin bordir ini banyak memproduksi pakaian wanita, kerudung, topi dan lain-lain denga motif yang menarik dan kualitas yang baik. Di Kabupaten Mojokerto ada pengrajin bordiir sebanyak 35 unit usaha denga produksi mencapai 2.000 unit setiap bulannya. Sentra kerajinan Bordir di Kabupaten Mojokerto berlokasi di

  1. Desa Sooko Kecamatan Sooko
  2. Desa Balongmojo Kecamatan Puri
  3. Desa Jotangan Kecamatan Mojosari
  4. Desa Jatirejo Kecamatan Jatirejo
  5. Desa Ngares Kidul Kecmatan Gedeg.


Kerajinan Sepatu
Sentra industri kecil sepatu berlokasi di Kecamatan Sooko (Desa Wringin Rejo, Japan, Karang Kedawang, Jampirogo dan Sambiroto), Kecamatan Trowulan (Desa Pakis), Kecamatan Pungging (Desa Tunggal Pager) dan Kecamatan Puri (Desa Balongmojo, Medali). Pemasaran disamping memenuhi pasar lokal, juga kota-kota besar di Jawa dan luar jawa serta ekspor ke luar negeri.

Kerajinan Cor Kuningan
Kabupaten Mojokerto mempunyai sentra kerajinan Cor Kuningan di Kecamatan Trowulan. Produk cor kuningan bermacam-macam bentuk antara lain : Patung Gajah Mada, bentuk bintang dan bentuk-bentuk lain yang sangat menarik. Pemasaran banyak dilakukan ekspor baik langsung maupun melalui Pulau Bali dan dikirim kota-kota besar Jakarta dan Surabaya serta kota-kota lainnya.

Kerajinan Kayu (Perahu Phinisi)
Kerajinan Kayu Perahu Phinisi sangat indah dan menarik untuk menghiasi rumah-rumah dan gedung. Perahu Phinisi banyak diproduksi oleh para Pengrajin Kayu di Kabupaten Mojokerto khususnya di Desa Sumber Jati, Kecamatan Puri, Desa Wringinrejo Kecamatan Sooko, Desa Bangsal Kecamatan Bangsal. Pengrajin Kayu setiap bulan mampu memproduksi Perahu Phinisi sebanyak 100 buah dengan harga perbuah bervariasi antara Rp. 25.000,- s/d Rp. 1.000.000,- tergantung pada bentuk dan besar perahu phinisi.

Kerajinan Fiber Glas / Gift
Desa Pakis Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto sebagai sentra Kerajinan mainan dari bahan Gift/fiber glass dengan produksi mencapai 10.000 unit perbulannya. Pemasaran, dengan harga bervariasi antara 1.000,- sampai dengan Rp. 10.000,- tergantung model/bentuk dan besarnya mainann tersebut. Pada saat ini pengrajin gift/fiber glas, mulai memperoleh pesanan untuk pembuatan bamper mobil dan variasi mobill, bermitra usaha dengan perusahaan di Surabaya.

Kerajinan Tas dan Dompet
Produksi tas dan dompet, mempunyai kualitas yang baik dan mempunyai daya saing yang tinggi. Sebagian besar produk tas dan dompet dari Kabupaten Mojokerto, selain dipasarkan di kota kota besar di Indonesia juga diekspor ke Arab Saudi, Malaysia dan negara lain. Sentra Industri Kecil Tas dan Dompet berlokasi di Desa :

  1. Mojorejo dan Banjarsari (Kecamatan Jetis)
  2. Jampirogo dan Kedung Maling (Kecamatan Sooko)
  3. Tulang pager dan Sekargadung (Kec, Pungging).

Kerajinan Bambu
Di Kabupaten Mojokerto banyak ditemui sentra kerajinan bambu yang berlokasi di Kecamatan Gondang (Desa Karang Kunten dan Bening), Kecamatan Kemlagi (Desa Mojopilang), Kecamatan Dawarblandong (Desa Gunungan), Kecamatan Jetis (Desa Mojorejo) dan Kecamatan Trowulan (Desa Domas dan Kejagan). Kerajinan bambu ini bermacam-macam bentuk antara lain mainann lamu gantung dan tempel, tudung saji, kursi tamu, keranjang dan lain-lain, khususnya untuk Kecamatan Gondang, trowulan, sedangkan untuk Desa Mojopilang Kecamatan Kemlagi memproduksi kurungan ayam, desa Mojorejo Kecamatan Jetis memproduksi sangkar burung dan gembol. Pemasaran, ke kota-kota disekitar Mojokerto dan sebagian sebagai produk ekspor. Harga produk bervariasi antara Rp. 1.000,- s/d Rp. 100.000,- per unit.

Kerajinan Perak
Kerajinan perhiasan perak berada di Ds. Batankrajan (Kec. Gedeg), Ds. Mojodadi (Kec. Kemlagi).
Pengrajin perhiasan perak mampu memproduksi 2.000 unit setiap bulan. Pemasaran baik lokal maupun nasional.

 


PDRB MOJOKERTO
Angka PDRB Kabupaten Mojokerto atas dasar harga berlaku (ADHB) selama kurun waktu tiga tahun terakhir masing-masing adalah Rp. 8.479.282.24 juta (2006), Rp. 9.628.542,87 juta (2007) dan Rp. 11.148.068,58 juta (2008).

Angka PDRB Kabupaten Mojokerto atas dasar harga konstan (ADHK) 2000 selama kurun waktu tiga tahun terakhir masing-masing Rp. 4.825.150,21 juta (2006) Rp. 5.111.149.58 juta (2007), dan Rp. 5.411.938,53 juta (2008).

Peranan sektoral terhadap pembentukan ADHB tahun 2005, terbesar pada sektor industri pengolahan (32,29 %) , diikuti sektor perdagangan, hotel, dan restoran (25,53%), dan sektor pertanian (20,22%). Kontribusi terkecil adalah sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih sebesar 1,01%

Berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 terlihat selama kurun waktu tiga tahun terakhir kondisi perekonomian Kabupaten Mojokerto secara perlahan mengalami peningkatan. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto sebesar 5,47 persen (2006), 5.93 persen (2007) dan 5,88 persen (2008.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto tahun 2008 meningkat terutama didukung oleh pertumbuhan pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang tumbuh sebesar 8,49 persen dan sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 3,62 persen


DAFTAR PUSTAKA:

  • Sejarah Nasional Indonesia Jilid II, 1984,hal 420-445, Balai Pustaka,Jakarta
  • Sejarah Mojokerto, Mojokertokab.go.id
  • kabupaten.wongmojokerto.net
  • BPN Kota Mojokerto

 


"Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik."
Pierre de Coubertin