Minapolitan

Minapolitan

Minapolitan adalah konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan sistem dan manajemen kawasan dengan prinsip : integrasi, efisiensi, kualitas dan akselerasi.

Kawasan Minapolitan adalah kawasan ekonomi yang terdiri dari sentra-sentra produksi dan perdagangan komoditas kelautan dan perikanan, jasa, perumahan dan kegiatan terkait lainnya.

“Minapolitan merupakan kerangka berpikir dalam pengembangan agribisnis berbasis perikanan di suatu daerah. Minapolitan adalah wilayah yang berisi sistem agribisnis berbasis perikanan dengan penggeraknya usaha agribisnis,” ungkap Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., Menteri Pertanian periode 2000 – 2004

Pengembangan minapolitan tetap mencakup pengembangan keempat subsistem dari sistem dan usaha agribisnis berbasis perikanan.

  1. Subsistem agribisnis hulu (up-stream agribusiness) perikanan, yakni kegiatan yang menghasilkan sarana produksi bagi usaha penangkapan dan budidaya ikan seperti usaha mesin dan peralatan tangkap dan budidaya.
  2. Subsistem usaha penangkapan dan budidaya (on-farm agribusiness), seperti usaha penangkapan ikan, budidaya udang, rumput laut, dan ikan laut, serta budidaya ikan air tawar.
  3. Subsistem agribisnis hilir (down-stream agribusiness) perikanan, yakni industri yang mengolah hasil perikanan beserta perdagangannya.
  4. Subsistem jasa penunjang (supporting agribusiness) yakni kegiatan-kegiatan yang menyediakan jasa, seperti perkreditan, asuransi, transportasi, infrastruktur pelabuhan kapal ikan, pendidikan dan penyuluhan perikanan, penelitian dan pengembangan serta kebijakan pemerintah daerah.
  5. Subsistem  harus dikembangkan secara simultan dan harmonis.

TUJUAN MINAPOLITAN

  1. Meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitas
  2. Meningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan yang adil dan merata
  3. Mengembangkan kawasan minapolitan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di daerah

KAKTERISTIK MINAPOLITAN

  1. Terdiri dari sentra-sentra produksi dan pemasaran berbasis perikanan dan mempunyai multiflier effect tinggi terhadap perekonomian disekitarnya.
  2. Mempunyai keanekaragaman kegiatan ekonomi,produksi,perdagangan,jasa pelayanan,kesehatan dan sosial yang saling terkait.
  3. Mempunyai sarana dan prasarana memadai sebagai pendukung keanekaragaman aktifitas ekonomi sebagai layaknya sebuah kota.

PERSYARATAN MINAPOLITAN

  1. Komitmen Daerah : ditetapkan Bupati/Walikota sesuai Renstra
  2. Komoditas Unggulan : seperti udang,patin, rumput laut dan lainnya.
  3. Letak Geografis : Lokasi strategis dan secara alami sesuai
  4. Sistem dan Mata Rantai Produksi Hulu dan Hilir : Keberadaan sentra produksi yang aktif seperti lahan budidaya dan pelabuhan perikanan
  5. Kelayakan Lingkungan : Tidak merusak lingkungan.


DAFTAR PUSTAKA:

  1. Departemen Kelautan RI
  2. Tabloid Agrina, 16 February 2010



"Kita harus hidup bersama sebagai saudara atau musnah bersama sebagai orang bodoh"
Martin Luther King