ASEAN-UE Ke-19 : Hasilkan 3 Dokumen Kerjasama

ASEAN-UE Ke-19 : Hasilkan 3 Dokumen Kerjasama

BRUNEI DARUSSALAM - Pada Pertemuan Tingkat Menteri ke-19 ASEAN-UE yang dilangsungkan di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam (26-27/04/2012), Indonesia menyampaikan pentingnya ASEAN dan Uni Eropa dapat berkolaborasi guna menghadapi dari krisis ekonomi global, khususnya yang terjadi di daratan Eropa saat ini.

Menlu Marty, dalam hal ini, mengajak pihak UE untuk bekerjasama dengan ASEAN dalam mempercepat implementasi ASEAN Plan of Action on Energy Cooperation (APAEC) tahun 2011-2015.

APAEC, menurut Marty, diharapkan dapat meningkatkan kemitraan ASEAN-EU guna mengeksplorasi sumber energi alternatif serta membahas upaya-upaya pemajuan efisiensi sumber daya energi.

“Harga minyak dan ketergantungan terhadap energi fosil adalah suatu masalah yang menyangkut kepentingan bersama ASEAN dan Uni Eropa,” ujarnya, Seperti dilansir laman kemlu.

Selain itu, pertemuan juga secara intensif membahas perkembangan implementasi PoA ASEAN-UE (2011-2012) dan arah ke depan hubungan ASEAN-UE berdasarkan PoA yang baru (2013-2017). Isu-isu di kawasan dan dunia yang menjadi perhatian bersama turut pula dibahas pada kesempatan tersebut.

Pertemuan yang diketuai bersama oleh Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam dan Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE) serta dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri negara anggota ASEAN dan Uni Eropa, menghasilkan 3 dokumen, yaitu:

1. Bandar Seri Begawan Plan of Action of the ASEAN-EU (Strategic) Partnership (2013-2017),
2. Joint Co-Chairmen Statement of the 19th ASEAN-EU Ministerial Meeting, dan
3. Joint press Release of the 19th ASEAN-EU Ministerial Meeting: 35 Years of Friendship and Cooperation.

Bandar Seri Begawan Plan of Action of the ASEAN-EU (Strategic) Partnership (2013-2017) merupakan dokumen yang berisikan norma-norma dasar dan prinsip bersama dalam upaya peningkatan dan penguatan kerja sama kedua kawasan yang dilandasi kesepakatan dalam Nuremberg Declaration.

Dokumen tersebut akan digunakan sebagai panduan dalam pemajuan kerja sama, pemeliharaan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kedua kawasan selama 5 tahun ke depan.

Sedangkan dokumen Co-Chair’s Statement of the 19th ASEAN-EU Ministerial Meeting, antara lain memuat isu Myanmar, dimana ASEAN dan UE menyambut baik proses demokratisasi di Myanmar dan hasil pemilihan by-Election pada tanggal 1 April 2012 sebagaimana tercermin di dalam.

Sementara itu, Joint press Release of the 19th ASEAN-EU Ministerial Meeting: 35 Years of Friendship and Cooperation menjelaskan tentang komitmen baru UE terhadap ASEAN sebesar € 20 juta dalam rangka memperingati hubungan kerja sama ASEAN dan UE yang telah terbina selama 35 tahun melalui 2 program kerja, yaitu ASEAN Reginal Integration Support by the EU (ARISE) dan Regional EU-ASEAN Dialogue Instrument (READI).(c8/lik)

Bumi ini cukup untuk tujuh generasi, namun tidak akan pernah cukup untuk tujuh orang serakah
Mahatma Gandhi