HUT Yayasan ASEAN Ke-4 : Tangani 100 Program Dengan Dana 178,9 miliar

HUT Yayasan ASEAN Ke-4 : Tangani 100 Program Dengan Dana 178,9 miliar

ASEAN Foundation saat ini juga sedang menangani 100 program yang membutuhkan biaya lebih dari USD20 juta atau sekira Rp178,9 miliar (Rp8.945 per USD)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, jumat (20/1) kemarin menghadiri perayaan hari jadi Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation) ke-14 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta

“ASEAN yang berorientasi pada masyarakat adalah  ASEAN yang bermanfaat dan relevan bagi kehidupan sehari-hari, di tengah partisipasi aktif masyarakat. Satu tugas baru ASEAN Foundation, tidak cukup hanya menumbuhkembangkan kesadaran, tapi lebih dari itu harus bisa memupuk rasa kepemilikan (sense of ownership) masyarakat ASEAN”, Ujar Menlu, dalam sambutannya

"ASEAN Foundation, sebagai buah gagasan Indonesia,  turut secara aktif, melalui pengelolaan proyek ASEAN, membagikan peluang kemajuan dan kemakmuran seluruh masyarakat negara-negara anggota ASEAN" ujar Direktur Eksekutif Makarim Wibisono sebagai tuan rumah, Seperti dilansir laman Kemlu.

ASEAN Foundation saat ini juga sedang menangani 100 program yang membutuhkan biaya lebih dari USD20 juta atau sekira Rp178,9 miliar (Rp8.945 per USD). Dana itu akan digunakan dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sains dan teknologi serta banyak program lainnya.

“People centered ASEAN atau ASEAN yang berorientasi pada masyarakat, harus dibangun bukan melalui pernyataan dan deklarasi saja, tapi ditunjukkan melalui ASEAN yang membumi, memberi manfaat dan mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dan rasa kepemilikannya”, pungkas Marty dalam sesi dialog interaktif dengan para undangan.

Visa bersama ASEAN bagi warga non ASEAN, misalnya, akan meningkat ruang partisipasi dan koneksitas publik yang lebih luas, begitu imbuh Menlu RI, sebagaimana  dituturkan PLE Priatna

“ASEAN dibangun oleh rakyat ASEAN itu sendiri, oleh sebab itu kita membutuhkan aktifitas yang bisa menghubungkan masyarakat ASEAN ”, ujar Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan menegaskan pandangan Menlu RI.

Tak kurang dari Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu menyebutkan manfaat konkrit ASEAN berupa kerjasama di bidang kesehatan digagas dalam kawasan ASEAN baru-baru ini, seperti studi kanker, pengembangan obat-obatan tradisional, dan pencegahan flu burung di ASEAN. Hal ini menurut beliau merupakan langkah yang dapat mendekatkan publik kepada ASEAN itu sendiri. (c8/lik)

"Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut."
Pangemanann