Bilateral : RI Dukung Afghanistan Wujudkan Perdamaian

Bilateral : RI Dukung Afghanistan Wujudkan Perdamaian

"Perdamaian dunia harus dikedepankan, namun tidak harus dengan cara militer,"
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

JAKARTA - Presiden memberikan dukungan penuh kepada rakyat, parlemen, dan pemerintah Afganistan untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kepemerintahan yang baik di Afganistan. Meski menghadapi banyak tantangan, rakyat Afganistan tetap optimis dan bersemangat.

Dukungan tersebut diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menerima delegasi Senat Republik Islam Afganistan, Fazel Haddi Muslimyar, di Kantor Presiden, Rabu (14/12) pukul 15.30 WIB

Menanggapi dukungan Indonesia, Rakyat Afganistan melalui Ketua Senat berterimakasih atas dukungan Indonesia dalam proses demokrasi dan pembangunan selama dekade terakhir, dan mengajak kerjasama di beberapa sektor, yaitu pelatihan unsur kepolisian, pendidikan, pariwisata, dan mendirikan pusat studi Islam di Kabul.

Presiden menyambut baik ajakan ini, dan memungkinkan kerjasama di segala bidang antara kaum muslim di dunia. Meningkatkan beasiswa untuk para pelajar, dan pelatihan kepolisian akan disiapkan.

Selain itu, Presiden berjanji untuk menugaskan para menteri ke Kabul dan melanjutkan dukungan politik dari Indonesia.

"Menteri LN Indonesia telah berada di Bonn (Jerman) untuk konferensi Afganistan. Saya juga pernah ditanya Presiden Bush (Presiden AS) dan Presiden. Obama tentang masa depan Afganistan" ujar Presiden SBY, Seperti dilansir laman Setkab.

"Jawaban saya hanya masyarakat Afganistan sendiri yang bisa memecahkan persoalan bangsanya dan mencapai tujuan nasional negaranya" ungkap Presiden SBY.

"Tentara asing,tidak akan selamanya berada di Afganistan. Negara-negara di dunia melalui PBB harus mendukung upaya kemajuan Afganistan" jelas Presiden SBY.

"Perdamaian dunia harus dikedepankan, namun tidak harus dengan cara militer," ungkap Kepala Negara sekaligus memberikan semangat kepada rakyat Afganistan.

Tahun 2012, pemerintah Indonesia memiliki 50 tenaga pelatih kepolisian, dan ke depannya Presiden menargetkan peningkatan tenaga tersebut. (c8/lik)

"Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut."
Pangemanann