Bilateral: Presiden Kunjungi India dan Swiss

Bilateral: Presiden Kunjungi India dan Swiss

Presiden akan menyaksikan penandatanganan 17 nota kesepahaman (MoU) antar pemerintah kedua negara di bidang politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan teknologi

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan delegasi, direncanakan bakal melakukan kunjungan ke India pada Senin (24/1) siang. Dan akan dilanjutkan ke Swiss untuk menghadiri Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF). Demikian rilis yang dikeluarkan Kantor Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional (SKPHI), Jumat (21/1) sore.

Kunjungan ke India ini memenuhi undangan Presiden India untuk menghadiri Hari Republik, 26 Januari. Selain itu, SBY juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan PM India Manmohan Singh, dan menerima kunjungan kehormatan sejumlah tokoh penting India.

Selain itu, SBY juga diagendakan menghadiri forum bisnis yang akan menghasilkan pula 15 MoU. "Kunjungan tersebut akan mempererat hubungan persahabatan kedua negara serta memperkuat kerjasama di berbagai bidang.

Rencana penandatanganan lebih dari 30 MoU saat kunjungan, tentunya akan meningkatkan bobot dan substansi hubungan dan kerjasama kedua negara baik di tingkat pemerintahan maupun business-to-business dan people-to-people," kata SKPHI Teuku Faizasyah.

Presiden dijadwalkan meninggalkan India pada 26 Januari, untuk kemudian menuju Davos, Swiss. Agenda utama kunjungan ke Davos ini untuk menghadiri WEF, pada 27-29 Januari. Di sela-sela itu, SBY akan membuka 'Indonesia Co-Co Night: Celebrating the Spirit of Collaboration and Cooperation' yang diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Indonesia dan WEF dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan 'Remarkable Indonesia.'

Agenda Presiden di Swiss tak kalah padat. Presiden, antara lain, telah dijadwalkan berbicara dalam dialog dengan para anggota International Business Council (IBC) dan International Media Council (IMC) WEF. Di sela-sela Pertemuan Tahunan WEF 2011 ini, SBY juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin dunia. Mereka, antara lain, Presiden Perancis Nicholas Sarkozy, Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.

"Kehadiran Presiden di WEF 2011 pada saat para pelaku ekonomi utama dunia tengah berkumpul akan memberi kesempatan kepada Indonesia untuk secara langsung menyampaikan berbagai kemajuan pembangunan nasional, termasuk di dalamnya program-program pembangunan ekonomi yang berkeadilan," Faizasyah menjelaskan.

"Agenda pembangunan ekonomi yang berkeadilan selama ini juga diperjuangkan Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk G20," Faiz menambahkan. Presiden dan Ibu Ani serta delegasi dijadwalkan akan tiba kembali ke Tanah Air pada Minggu (30/1). (c9/sby/pr)

Bumi ini cukup untuk tujuh generasi, namun tidak akan pernah cukup untuk tujuh orang serakah
Mahatma Gandhi