Dugaan Penganiayaan di Jimmy’s Club, Kuasa Hukum Korban Berharap Polisi Tegas

Toni Suryono saat menunjukkan luka bekas gigitan seseorang di punggung Handy.

Surabaya – Kasus dugaan penganiayaan (pengeroyokan) yang terjadi di Club & Lounge Jimmys area Hotel JW Marriott, Minggu, (21/01/2018) lalu, masih menyisakan pilu bagi korban Jimmy (32) dan Handy (24) serta keluarga.

Toni Suryono, kuasa hukum korban mengatakan, kendati kasus yang saat ini ditangani oleh Polrestabes Surabaya, sudah menetapkan lima orang tersangka, namun terhadap kelimanya tidak ada satupun yang dilakukan penahanan.

Baca juga :

Dikeroyok Empat Orang tak Dikenal, Dua Pengunjung Jimmy’s Club Luka Parah

Tak Terima Anak Dianiaya, Keluarga Jimmy akan Keluruk JW Marriott

Kelima orang tersangka tersebut diantaranya adalah D, ML, MB, JBAG dan GBK (perempuan kakak adik). Atas hal ini, pihaknya dan korban beserta keluarga merasa heran, mengapa tidak dilakukan penahanan. Apalagi, menurut Toni, ini tergolong kasus penganiayaan berat.

“Memang kepolisian sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan ini. Tapi berdasarkan keterangan keluarga korban, kelima tersangka tidak ditahan. Kami butuh keadilan dan ketegasan dari penyidik kepolisian,” kata Toni Suryono, Kamis (20/04).

Toni Suryono, saat menunjukkan bekas jahitan akibat luka sobek di dahi sebelah kiri Jimmy.

Toni mengungkapkan, hingga saat ini, korban merasa belum bisa menerima hasil penyidikan yang dilakukan kepolisian, yang tidak melakukan penahanan terhadap kelima tersangka. Sementara penyidikan kasus ini, sudah berlangsung sejak kejadian dilaporkan, yakni Januari 2018.

“Sampai sekarang tidak ada progress penanganan kasus ini. Sehingga klien kami merasa tidak memperoleh keadilan. Padahal kedua korban ini sudah menghabiskan uang untuk berobat sampai ke luar negeri,” tegasnya.

Oleh karena itu, Toni menegaskan, pihaknya berharap agar penyidik kepolisian bisa segera melimpahkan berkas perkara dugaan pengeroyokan ini ke Kejaksaan. Toni menambahkan, oleh karena perkara yang tak kunjung terselesaikan ini, korban masih terus mengalami trauma.

“Kami masih menunggu perkembangan penyidikan kasus ini. Karena sampai saat ini kasus ini belum dilimpahkan ke Kejaksaan. Apalagi korban merasa gelisah dengan tidak adanya penahanan terhadap tersangka, sehingga tersangka bisa melenggang bebas di luar,” tegasnya.(asb)