Dua Remaja Berhijab Curi Motor di Surabaya, ini Alasan Mereka

Wartapedia, Surabaya. Aksi pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan oleh dua orang remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menegah Atas (SMA) tempo hari, akhirnya terungkap alasan mereka melakukan aksi pencurian.

Dari hasil penyidikan oleh Kanit Reskrim Polsek Rungkut Polrestabes Surabaya, AKP Abdul Karim Rengur kedua pelaku, yakni EK (18) dan FDL (18) mengaku, terpaksa melakukan pencurian dengan alasan untuk biaya sekolah.

Seperti yang diberitakan di Surabaya Raya, EK dan FDL sebenarnya berniat mencari sasaran helm yang dapat di curi di Perumahan Putra Bangsa, Medokan Ayu Rungkut Surabaya, Minggu siang (06/08/17) sekitar pukul 13.00 WIB.

EK dan FDL berputar di sekitar kawasan tersebut dari arah Pandugo berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nopol L 5701 PX. Namun sasaran yang ditujunya tak kunjung diperoleh.

“Kami amankan kedua pelaku dirumahnya, setelah korban melapor kepada kami terkait motornya yang hilang,” kata Karim kepada wartawan saat merilis kedua pelaku di Polsek Rungkut, Kamis (10/08/17).

Saat melintas didepan rumah Yanuarius N Agung Utomo, Perum Putra Bangsa, yang tak lain adalah korban, kedua pelaku wanita remaja ini melihat satu unit sepeda motor Honda Vario 125 hitam J 2789 AKG, yang terparkir dengan kunci kontak yang masih menempel milik korban.

Ketika melihat kendaraan dengan kunci kontak yang masih menempel itu, EK meminta FDL untuk mengehntikan laju kendaraan bermotornya. Kemudian keduanya berupaya untuk menyalakan motor milik korban tersebut.

Setelah berhasil menyalakan, mereka segera membawa motor itu kabur. Motor milik korban di bawa oleh EK pulang ke rumahnya, dan sempat disembunyikan di daerah Bendul Merisi.

Setelah keduanya tertangkap, dan dicerca pertanyaan, keduanya mengaku bahwa mereka melakukan pencurian karena butuh uang untuk biaya sekolah. Mereka beralibi, bahwa uang yang diberikan oleh orang tuanya untuk membayar SPP telah dihabiskannya.

Sementara untuk pencurian helm yang pernah dilakukan oleh EK dan FDL pada Januari 2017 lalu, diakui oleh keduanya dilakukan di kawasan UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Surabaya.

Parahnya, saat petugas memfokuskan pada pertanyaan tentang pencurian sepeda motor yang dilakukan keduanya, EK menjawab dengan enteng, seakan tidak merasa bersalah.

“Ya saya tinggal ambil aja pak. Waktu itu kan kunci motornya masih menempel,” jawab EL.

Kendati demikian, meski mengaku terpaksa mencuri untuk kebutuhan biaya sekolah, petugas tidak mempercayainya begitu saja. Karim menegaskan, pihaknya akan terus mendalami kasus kedua remaja tersebut.

“Karena kemungkinan masih ada TKP (Tempat Kejadian Perkara) lainnya yang pernah menjadi sasaran mereka,” tegas Karim.

Oleh : Achmad Syaiful Bahri