Dua pelaku jambret ditangkap Tim Anti Bandit, begini cara mereka beraksi

AKBP Leonard Sinambela dan Kompol Lily Dja'far saat merilis pelaku dan penadah curas.

Wartapedia, Surabaya. Bagi para kaum hawa yang kerap bepergian dengan membawa tas selempang, sebaiknya ini menjadi pelajaran agar tidak menjadi korban jambret selanjutnya.

Tim Anti Bandit Saatuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, kembali menangkap dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas/Jambret) dan satu orang penadah, serta satu orang masih dalam perburuan.

Kedua pelaku itu adalah Abdul Wahid, (34) warga Jalan Bulak Banteng, Surabaya; Isroil, (21) warga Jl. Arimbi Surabaya; dan seorang penadah, Adi Rosadi (49) asal Bangkalan, Madura. Sedangkan untuk pelaku yang sedang dalam buruan berinisial PI.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, komplotan jambret ini biasa beroperasi di wilayah Surabaya. Dengan berpatroli menggunakan motor, para pelaku mencari sasaran wanita yang membawa tas.

“Tersangka melakukan pencurian dengan cara mengambil secara paksa (merampas, red) tas korban,” kata Leo, Minggu (10/09).

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini saling berbagi tugas, dengan silih berganti sebagai joki dan pemetik.

Setelah berhasil melakukan perampasan, maka hasil rampasan, apabila berupa perhiasan di jual kepada Adi Rosidi. Namun apbila hasil rampasan berupa handphone atau peralatan elektronik lain, maka di jual kepada PI (DPO).

“AR (Adi Rosidi, red) ini penadah untuk barang-barang perhiasan, sedangkan untuk barang-barang berupa telepon seluler oleh komplotan AR dilempar ke penadah berinisial PI (DPO), yang hingga kini masih buron,” tandasnya.

Dari hasil ungkap kasus ini, petugas menyita barang bukti berupa 1 unit sepeda motor merk Yamaha Mio Soul warna hitam dengan nopol L-2280-XE, 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna hijau putih dengan nopol L-6152-FQ, 2 buah tas warna merah, 1 buah Kaca Etalase, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah HP merk Nokia warna hitam.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku curas di jerat dengan Pasat 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun, dan untuk penadah, di jerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 4 tahun.

Oleh : Achmad Syaiful Bahri