Dosen dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unirow Luncurkan TV Online

Tuban – Teknologi informasi terus berkembang bahkan, bergerak cepat. Dunia digital terus menggeser media-media konvensional. Untuk itu, dipandang perlu ada sebuah inovasi untuk mengisi ruang-ruang digital.

Dosen dan Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) menginisiasi berdirinya televisi online.

Kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi Kristin Tri Lestasi mengatakan hadirnya televisi online ini sebagai wadah untuk praktek mahasiswa dan dosen.

“Televisi online ini sebagai embrio untuk menyambut masa depan,” kata dia.

Televisi online itu diberi nama MNG TV yang sebenarnya kepanjangan dari Manunggal TV. Pilihan nama ini karena lokasi Unirow yang berada di Jalan Manunggal.

Kemaren Senin (11/6) Peluncuran televisi online ini dilaunching atas gagasan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaikom) Unirow. Untuk memudahkan pihak kampus ini mendatangkan selebgram Dimas Zaenal asal Cepu.

Ketua pelaksana kegiatan Arozal Akhibbul Khaq mengatakan ini adalah bentuk komitmen mahasiswa komunikasi untuk berkarya bersama. Dengan adanya televisi online diharapkan mampu mewadahi setiap kreatifitas mahasiswa.

“Ini bukan tanpa alasan, kami panitia semata ingin memperlihatkan bahwa kesuksesan berawal dari bawah semua butuh proses,” kata dia.

Dia menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk membumikan ilmu komunikasi di dalam masyarakat.

Sementara itu Rektor Unirow Dr. Supiana Dian Nur Tjahyani M. Kes yang hadir saat launching mengatakan Ilmu komunikasi diciptakan untuk memunculkan manusia yang kreatif dan inovatif.

Terbukti dengan diluncurkannya chanel TV ini, mahasiswa ilmu komunikasi dituntut untuk menggali potensinya.

“Mahasiswa setelah lulus diharap bisa berdikari dengan kemampuannya sendiri,” imbuh Dian sapaan akrabnya.

Senada disampaikan Dekan Ilmu Komunikasi Satya Irawatiningrum S. Sos M. Ikom bahwa Chanel TV ini merupakan ladang kreasi dan karya bagi teman-teman dosen dan mahasiswa. Platform yang digunakan dalam televisi ini semua berbasis digital.

“Kita manfaatkan platform yang ada. Semua tau anak muda referensinya saat ini adalah mengakses di jaringan internet. Maka kita perlu siapkan konten edukasi yang baik untuk mereka-mereka,” tegasnya. (afi)