Dollar Naik, di Pangkalpinang Telur Ayam Dijual 2 Ribu per Butir

Pangkalpinang – Sudah dua hari ini, Aisyah (39 tahun) penjaja kuliner lontong sayur di kota Pangkalpinang, mengeluhkan tingginya harga telur ayam yang dinilainya makin memberatkan dagangan dia, Rabu (11/07).

Ditemui di seputaran Paritlalang Pangkalpinang, Ia menuturkan pada wartapedia bahwa untuk sekarang ini dirinya terpaksa menaikkan harga jual dagangannya, demi menyiasati bergejolaknya harga-harga.

“Dulu saya jual 12 ribu rupiah pakai telur bulat per porsi, sekarang naik jadi 15 ribu rupiah, itu aja masih pas-pasan, karena harga kelapa, dan bahan lainnya juga naik,” keluh dia.

Sementara itu, pedagang kelontong bahan sembako di Pasar Tradisional Kerabut, Wilson (42 tahun) saat ditemui awak media menyatakan bahwa memang benar harga telur ayam mengalami kenaikan, walau dinilainya belum tinggi.

“Naik dari 1500 rupiah perbutir jadi 1710 perbutir, tapi rata-rata pedagang menjualnya pas 2000 rupiah perbutir,’ kata Wilson.

Berpindah ke harga-harga lainnya, yakni harga berbagai bahan sembako lain dilaman PIHPS Nasional pukul 14 41 Wib, yang berlaku di Pasar Tradisional Pangkalpinang, ada tiga komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, yakni gula pasir, daging ayam ras segar dan telur ayam ras segar.

Dimana untuk harga gula pasir alami kenaikan sebesar 0,65% atau 100 rupiah menjadi Rp. 15 650 perkilogramnya.

Harga daging ayam ras segar naik 0,39% menjadi Rp. 38 300 perkilogramnya. Dan telur ayam ras segar naik 0,56% menjadi Rp 26 900 perkilogramnya.

Dan terakhir, harga daging sapi kualitas 2 super Rp. 109 850 per kilogram, Beras kualitas medium di harga Rp.11 500 per kilogram, Beras kualitas bawah II, harga masih betengger di angka Rp.10 300 per kilogram.

Sampai berita ini diturunkan, awak media masih menunggu konfirmasi dari beberapa pihak, terkait adanya gejala kenaikan harga pangan imbas menguatnya kurs dollar terhadap rupiah. (LH)