Divonis 5 Tahun Penjara, Dua Terdakwa Narkoba Bakal Ajukan Banding

Surabaya – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang perkara kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu dengan terdakwa Ahmad Faisol bin Suwadi (31) dan Aditya Pratama bin Djayadi (25) keduanya warga Jl. Asemrowo Mulya Surabaya.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan (vonis) tersebut digelar di ruang sidang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) P. Manullang dari Kejari Tanjung Perak, Kamis (09/8).

Dalam pembacaan amar putusanannya, Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana menuturkan bahwa mengadili dan menghukum terdakwa 1 Ahmad Faisol dan terdakwa 2 Aditya Pratama masing masing selama (5) lima tahun penjara denda sebesar Rp 800 juta dan Subsidair (1) satu bulan kurungan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan.

Atas putusan tersebut, kedua terdakwa yang didampingi H.Moch Sudjai dan Yuliana tim kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak menyatakan belum bisa menerima karena merasa keberatan dan terdakwa pun menyatakan pikir pikir

“Atas putusan tersebut saya pikir pikir bu Hakim,” ucap terdakwa.

Demikian juga yang dikatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) P. Manullang yang juga menyatakan pikir-pikir, hingga Majelis Hakimpun memberikan waktu 1 minggu kepada kedua belah pihak untuk pikir-pikir.

Diketahui bahwa putusan tersebut dinilai lebih ringan dari tuntutan Jaksa, yang sebelumnya menjatuhkan tuntutan terhadap kedua terdakwa selama (7,6) tujuh tahun enam bulan, denda sebesar Rp 800 juta, Subsidair (6) enam bulan penjara.

Perlu diketahui sebelumnya, bahwa perkara tersebut bermula dari di tangkapnya Aditya Pratama, pada Jum’at 16 Maret 2018, dalam penangkapan tersebut didapatkan informasi darinya jika terdakwa Ahmad Faisol yang menyimpan barang bukti setelah pesta shabu dengan terdakwa Aditya Pratama.

Selanjutnya petugas mengembangkan perkara tersebut dengan melakukan penangkapan terhadap terdakwa Ahmad Faisol, dirumahnya Jl. Kertopaten 2 Surabaya, saat dilakukan penggeledahan petugas mendapatkan barang bukti berupa (1) satu poket plastik klip berisi shabu seberat 0,25 gram, (1) satu buah pipet kaca yang didalamnya terdapat sisa shabu seberat 2,10 gram beserta pipetnya, (1) satu buah alat hisap shabu (Bong).

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. (son)