Dituntut 3 Tahun Penjara, Terdakwa Penipuan Langsung Pingsan

Surabaya – Swesti Yulita (31), warga jalan Dukuh Kupang Timur V/9 Surabaya terdakwa dalam kasus penipuan yang dilakukan secara bersama-sama kembali menjalani persidangan hari ini di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (08/05).

Didampingi oleh kuasa hukumnya Eko, wanita kelahiran Jogjakarta 25 Juli 1986 ini menjalani sidang di ruang Candra dengan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Jan Manopo SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Christina SH, MH dengan agenda pembacaan tuntutan.

Dalam tuntutannya, jaksa Siska menyampaikan bahwa terdakwa dituntut selama 3 tahun penjara karena terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana penipuan secara bersama-sama sebagaimana di atur dalam dakwaan pertama yaitu pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jaksa Siska Christina juga mengatakan bahwa tuntutan terhadap terdakwa merupakan tuntutan maksimal sesuai dengan pasal-pasal yang didakwakan.

”Adapun yang memberatkan terdakwa diantaranya adalah menimbulkan keresahan yang meluas bagi masyarakat, terdakwa sudah menikmati hasil dari kejahatannya, korban kehilangan harta benda, dan terdakwa sudah pernah dihukum, sedangkan hal yang meringankan terdakwa telah menyesali perbuatannya,” kata Siska dalam persidangan di PN Surabaya.

Sementara Penasehat Hukum terdakwa, Billy SH mengatakan bahwa tuntutan JPU terlalu tinggi dan memberatkan terdakwa. Ini dikarenakan terdakwa sudah mengembalikan barang curiannya dan sepakat berdamai dengan korban.

”Terlalu berat, padahal terdakwa sudah mengembalikan barang-barang yang dicuri dan sudah ada kesepakatan damai dengan korban. Dan nanti hal-hal itu akan yang akan kami sampaikan dalam pembelaan terdakwa,” kata Eko yang siap membacakan pembelaan terdakwa atas tuntutan JPU dalam persidangan di PN Surabaya pekan depan.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa terdakwa Swesti pada hari Rabu tanggal 17 Januari 2018 sekira pukul 17.00 WIB hendak membeli perhiasan di toko mas Jaya Abadi lantai GL blok C 10-11 BG Junction Jl. Bubutan Surabaya

Terdakwa membayar dengan menggunakan kartu ATM dan mengatakan bahwa didalam ATM tersebut berisi Rp. 33.000.000. Setelah memilih 3 perhiasan serta langsung dipakai, terdakwa kemudian pamit untuk ke toilet dan ketika ditunggu oleh penjaga toko, terdakwa tidak kunjung datang, hingga akhirnya terdakwa dilaporkan ke polisi.

Pada akhir persidangan, ada kejadian menarik dimana terdakwa langsung pingsan saat mengetahui dirinya di tuntut 3 tahun penjara oleh JPU.

Hal ini spontan membuat panik pengunjung seisi ruang sidang dan segera memberikan pertolongan dengan menggotong terdakwa ke kursi roda untuk dibawa kembali ke ruang tahanan PN Surabaya. (son)