Dituntut 20 Tahun Penjara, Terdakwa Pemilik 3Kg Sabu Lolos Dari Hukuman Mati

Surabaya – Nota pembelaan (pledoi) terdakwa Totok Suriyanto (50th) warga Jln. Banda Gg. Mawar Kec. Gadingrejo, Pasuruan atas kepemilikan 3 kilogram sabu dibacakan langsung oleh kuasa hukumnya Budi Prasetijo di ruang sidang Garuda II Pengadilan Negeri Surabaya. Senin (5/2)

Dalam pledoi singkat yang dibacakan, Budi Prasetijo meminta kepada Majlis Hakim agar terdakwa di hukum seringan-ringanya setelah sebelumnya di tuntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Roginta Siraid atas kepemilikan 3 kilo gram sabu sesuai pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UUD RI NO. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan tuntutan 20 tahun kurungan.

“Meminta kepada Majlis Hakim agar terdakwa pada putusan di hukum se ringan-ringanya” Ujar kuasa hukum terdakwa, Budi Prasetijo di hadapan majlis hakim.

Mendenger pledoi yang di bacakan oleh kuasa hukum terdakwa, Ketua Majlis Hakim Dede Suryaman menanyakan kepada JPU, Budi Prasetijo yang saat persidangan berlangsung JPU tetap pada tuntutan.

“Tetap pada tuntutan pak Hakim” Ujar JPU Budi Prasetiya di hadapan majlis hakim.

Perlu diketahui sebelumnya, terdakwa Totok Suriyanto lepas dari hukuman mati setelah terbukti memiliki sabu seberat 3 kilogram.

Totok diringkus oleh jajaran Ditreskoba Polda Jatim saat melakukan transaksi sabu. Dari tangan Totok, polisi berhasil menyita barang bukti sabu seberat 1.013 gram, 1.005 gram dan 999 gram yang dibungkus dalam tiga kemasan plastik dengan dililit lakban warna cokelat.

Sementara, rekan terdakwa totok Suriyanto, yakni Akhmad Suginto saat dilakukan penangkapan sempat melawan dan melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan tegas berupa penembakan dan tewas saat dilarikan ke rumah sakit. (son)