Dituntut 17 Tahun Penjara, Tiga Terdakwa 12Kg Ganja Akan Ajukan Pledoi

Surabaya – Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang perkara kepemilikan 12 Kg ganja dengan tiga terdakwa yaitu Moch. Wahyudi (36) dan Moch. Aminulloh (38) keduanya warga Sidoarjo serta Ayuk Shelsy Handayani (23), warga Lumajang, Jawa Timur.

Dalam tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Parwati dari Kejati Jatim menyatakan bahwa, ketiga terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran hukum dengan memiliki menyimpan menjual atau menjadi kurir narkotika jenis ganja tanpa memiliki izin dari pihak yang berwenang.

“Dengan ini kami memohon agar kiranya Majelis Hakim yang terhormat menghukum ketiga terdakwa selama (17) (tujuh belas tahun) penjara, denda sebesar Rp 1 miliard, serta Subsidair (3) tiga bulan kurungan, adapun tuntutan tersebut dilandasi dengan perbuatan tetdakwa serta barang bukti yang dimiliki terdakwa berupa ganja sebanyak 12 kg.” ujar Jaksa Putu Parwati saat dalam persidangan, Selasa (07/8).

Dalam perkara tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat ketiga terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang- Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Ditemui usai persidangan, kuasa hukum ketiga terdakwa, Fariji. SH dari LBH Lacak merasa keberatan dan berniat untuk memperjuangkan hak klien nya dengan berencana akan melakukan upaya pembelaan secara tertulis (pledoi) yang akan dibacakan pada persidangan mendatang.

“Saya prihatin atas tuntutan Jaksa yang menjatuhkan tuntutan sama terhadap ketiga terdakwa, karena yang perempuan itu hanya membantu suaminya, dia tidak tau jika barang yang didalam kardus itu adalah ganja, saya akan berupaya melakukan pembelaan pekan depan,” ucap Fariji.

Perlu diketahui sebelumnya, Terjadinya perkara tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait adanya penyalagunaan narkoba yang dilakukan oleh terdakwa.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, kemudian pada Sabtu 03 Maret 2018 petugas dari BNNP Jawa timur melakukan penangkapan terhadap terdakwa M.Aminulloh sesaat setelah menerima paketan berupa (2) dua kardus berisi narkoba jenis ganja.

Dalam kardus pertama berisi (10) sepuluh bungkus kopi bubuk yang setiap bungkus kopi tersebut ternyata berisi ganja dan pada kardus yang kedua berisi (14) empat belas bungkus kopi bubuk yang juga berisikan ganja, jumlah keseluruhan ada 24 (dua puluh empat) bungkus ganja dengan berat total 12,240 gram.

Dari hasil pemeriksaan, terdakwa mengaku jika barang tersebut adalah milik terdakwa Shelsy istri terdakwa M.Wahyudi (Berkas terpisah) yang kini sedang menunggu di warung kopi Desa Kalang Anyar Sedati Sidoarjo, kemudian saat itu juga terdakwa Shelsy dan M.Wahyudi ditangkap oleh petugas BNNP Jatim. (son).