Dipicu soal wanita, warga Sumenep Carok satu lawan tiga

Sumenep – Lagi-lagi peristiwa berdarah membuat gempar Kabupaten Sumenep, Madura. Jumat, (12/01/2018).

Diduga karena persoalan wanita, empat orang laki-laki warga pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, terlibat dalam pertarungan atau yang biasa disebut Carok dikalangan suku Madura.

Keempat laki-laki tersebut adalah Wahyudi (30), Mat Saini (35), Ainur Rahman (27), dan Andi. Mereka sama-sama warga Kecamatan Arjasa, Sumenep, Madura.

Kabag Humas Polres Sumenep AKP Abdul Mukid mengatakan, pertarungan Carok satu lawan tiga ini terjadi di Jalan Desa Bilis-bilis, Kecamatan Arjasa.

“Dugaan sementara, Carok terjadi karena dipicu persoalan cemburu dan berujung dendam,” kata Abdul Mukid.

Dari keterangan sementara yang didapat kepolisian, perkara yang diduga sebagai pemicu pertarungan ini adalah dendam lama. Istri Wahyudi digoda oleh Ainur Rahman dan Matsaini.

Pada Tahun 2008 silam, Wahyudi justru oleh dibacok Ainur Rahman dan Mat Saini. Namun aksi itu kemudian dibalas oleh Wahyudi, yakni membacok Ainur Rahman pada tahun 2010.

“Dendam terus berlanjut hingga sekarang, hingga akhirnya carok itu kembali terjadi,” terang Abdul Mukid.

Wahyudi, yang melakukan pembacokan terhadap Ainur Rahman pada tahun 2010, dikejar oleh Mat Saini, Ainur Rahman dan Andi. Setelah berhasil mengejar, terjadilah carok satu lawan tiga, di Desa Bilis-bilis.

Abdul Mukid menuturkan, dalam pertarungan Carok satu lawan tiga ini sebenarnya sempat dilerai oleh Mohammad Saleh, namun pertarungan terus berlanjut.

Saat ini para korban mengalami luka cukup serius, ada banyak luka pada tubuh Wahyudi, Mat Saini, Ainur Rahman, dan Mohammad Saleh yang melerai juga terluka, dan satu lagi Andi melarikan diri.

“Mohammad Saleh hanya menjalani rawat jalan. Sedangkan Andi, salah satu pelaku pengeroyokan, melarikan diri dan masih dilakukan pengejaran,” pungkas Mukid.(krm)