Dikepung Pendekar PSHT, Lima Bonek Berikan Kesaksian Sidang

SURABAYA – Jaksa Siska Christin dan jaksa Irene Ulfa dari Kejari Tanjung Perak, menghadirkan lima orang saksi pada persidangan kasus kematian dua pendekar perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Kamis (11/01/2018)

Kelima saksi tersebut diantaranya, Muhammad Daud, Gagar Samporno, Ismail Malik, Fransiscus Save Rius Sare dan Andi Peci. Kepada majelis hakim yang diketuai Sifa’urosidin, para saksi menceritakan bagaimana kronologis peristiwa nahas itu terjadi.

Andi Kristianto alias Andi Peci, salah satu pentolan Bonek juga turut jadi saksi, kepada majelis hakim, Andi Peci menyebut antara PSHT dan Bonek telah terjadi perdamaian.

“Sudah ada mediasi dan kemudian terjadi perdamaian, langkah hukum tetap lanjut,” kata pentolan Bonek ini.

Sedangkan saksi Fransiscus menurutkan, dirinya melihat sendiri peristiwa pengeroyokan yang dilakukan para Bonek terhadap dua anggota PSHT.

“Saya menyaksikan sendiri. Saat itu posisi saya berada di ruko yang tak jauh dari lokasi kejadian,” tutur saksi Fransiscus.

Perlu diketahui, dua nyawa melayang dalam bentrok antar dua kelompok massa yaitu Bonek dan PSHT yang terjadi pada Oktober lalu. Dua korban tewas dari kelompok massa PSHT yaitu Muhammad Anis dan Aris Eko Ristanto.

Setelah dilakukan penyelidikan, Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya menetapkan dua oknum bonek sebagai tersangka dalam kasus ini yaitu M Ja’far dan M Tiyok. Polisi menyebut bentrok terjadi akibat provokasi yang disampaikan melalui jejaring media sosial.

Sementara itu diluar persidangan, ratusan massa dari perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengepung Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Mereka datang untuk mengawal sidang kasus kematian dua pendekar PSHT yang dilakukan oleh oknum bonek.

“Kami datang sejak pukul 10.00, kedatangan kami ke sini (PN Surabaya) untuk mengawal sidang pembunuhan yang menimpa dua teman kami,” ujar salah satu pendekar PSHT.

Sejumlah petugas gabungan pun diterjunkan untuk menjaga PN Surabaya diantaranya, pasukan Shabara, Binmas, dan beberapa anggota polisi berpakaian preman.   (Han/Son)