Di Garap Di Hotel, Oknum Honorer Satpol PP Ini Cabuli Gadis Di Bawah Umur

Pakai baju tahanan, Muhammad Faruq jadi tersangka Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Wartapedia, Surabaya. Perbuatan cabul terhadap seorang anak di bawah umur kembali terjadi di Surabaya. Mirisnya, dalam kasus ini, nama baik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya harus kembali tercoreng akibat ulah tak bermoral salah seorang anggotanya.

Jika sebelumnya Syamsuri, PNS Satpol PP Kota Surabaya yang tega mencabuli gadis dibawah umur hingga hamil, sehingga harus berhadapan dengan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kini Muhammad Faruq, oknum honorer Satpol PP Kota Surabaya, juga tersandung masalah yang sama.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, aksi pencabulan yang dilakukan oleh Faruq terungkap setelah Unit PPA menerima laporan atas peristiwa tersebut. Tak mau kecolongan, di bawah komando AKP Ruth Yeni, Unit PPA melakukan penangkapan terhadap faruq.

“Tersangka yang merupakan honorer pada Satpol PP Kota Surabaya ini mengiming-imingi korban yang masih kelas VIII (delapan) SMP untuk dinikahi. Sayangnya, perbuataan terlarangnya diketahui orang tua korban yang melaporkan kejadian ini ke Polisi,” kata Shinto, Selasa (04/07).

Dari hasil penyidikan petugas, perbuatan asusila pria 25 tahun warga Jalan Dupak, Surabaya itu, bermula dari pada saat dirinya berkenalan dengan gadis 13 tahun, sebut saja Bunga, di situs jejaring sosial Facebook sejak April 2017. Dari perkenalan inilah yang kemudian berlanjut pada BlackBerry Messenger (BBM).

Shinto menuturkan, dari perkenalan itu, Faruq kemudian memperdaya Bunga dengan menjanjikan akan menikahinya. Bunga yang terpedaya pun akhirnya dibawanya ke Hotel Asia Surabaya. Disanalah selanjutnya Bunga di ajak berhubungan intim layaknya suami istri oleh Faruq.

“Hingga akhirnya korban diajak ketemuan oleh tersangka pada bulan Mei sampai Juni 2017, dan terjadilah perbuatan asusila tersebut. Korban diajak ketemuan di salah satu hotel di wilayah Jalan Tembaan, Surabaya. Dari pengakuannya, tersangka sudah beberapa kali melakukan tindak asusila terhadap korban,” tutur Shinto.

Setelah puas menggauli Bunga, Faruq kemudian kembali berjanji akan menikahinya. Namun sayang, perbuatan bejat honorer tersebut diketahui oleh kedua orang tua Bunga. Tak terima dengan kejadian itu, orang tua Bunga pun melaporkannya ke Polrestabes Surabaya.

“Tersangka saat ini ditahan atas perbuatan pencabulan yang dilakukannya. Jelas-jelas korban usianya dibawah umur,” ucap Shinto menegaskan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini Faruq di jerat dengan Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Perbuatan tersangka termasuk dalam unsur persetubuhan atau pencabulan terhadap anak. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dipidana penjara minimal 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun,” tandasnya.

Sementara itu, saat di rilis, kepada wartawan, Faruq mengaku tidak mengetahui bahwa Bunga masih dibawah umur. Menurutnya, Bunga yang mempunyai bodi bongsor ini sudah cukup umur untuk diajak berpacaran.

Ditanya terkait berapa lama menjadi honorer pada Satpol PP Kota Surabaya, Faruq mengaku sudah 7 (tahun) bekerja.(asb)