Demo Ricuh Mahasiswa dan Polisi Berujung Manis

Tuban – Drama kericuhan saat demo yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa di Kabupaten Tuban dengan aaparat keamanan berakhir manis. Keduanya sepakat untuk berdamai dan menyelesaikan sengketa otot dengan kekeluargaan.

Akhir kata manis dengan saling memaafkan menjadi narasi aksi yang sempat viral itu. Demonstrasi saat menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo di Kabupaten Tuban pada Kamis (8/2) dilakukan sekumpulan Mahasiswa. Sejumlah tuntutan diorasikan dari garis awal hingga ke depan Kantor Pemkab Tuban.

Belum juga tuntas, gesekan antar petugas pengamanan tidak terelakkan. Hingga aksi demo berlanjut kepada pengamanan sejumlah pentolan aktivis tersebut.

Alur cerita panas itu kini mendingin, menyusul langkah Kepolisian Polres Tuban dalam mengambil langkah persuasif atas insiden salah faham tersebut.

Perwakilan dari Aliansi Mahasiswa dan pihak Kepolisian menjadwalkan untuk duduk bersama. Inti pembahasan terkait kejadian salah paham antara kedua kubu. Setelah dilakukan penjelasan dan langkah persuasif akhirnya sefaham.

Dalam hal ini, Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno saat dikonfirmasi, Sabtu (10/2) menjelaskan bahwa langkah yang diambilnya sudah sesuai prosedur yang baik dan benar. Kegiatan aksi demo bertema penolakan Jokowi itu sudah dikawal dari titik Jl. tembus Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding hingga di depan Kantor Pemkab Tuban. Hingga kemudian petugas keamanan membubarkan aksi Mahasiswa itu.

“Kita selalu mengedepankan langkah persuasif dengan para mahasiswa. Duduk bersama, menyelesaikan dengan kepala dingin dan sepakat diselesaikan dengan damai. Awalnya berjalan baik, kita kawal, memang aksi itu tidak ada pemberitahuan sebelumnya dan tidak sesuai aturan,” jelas Kapolres Tuban.

Kapolres juga menjelaskan bahwa pelaksanaan demonstrasi seharusnya menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Polri yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Baik pemimpin atau penanggung jawab kelompok serta pemberitahuan diberikan selambat-lambatnya 3 x 24 jam sebelum kegiatan dilaksanakan.

Disoal insiden yang terjadi saat aksi, Kapolres menjelaskan bahwa ada sedikit kesalahpahaman antara petugas dengan mahasiswa. Namun, persoalan itu sudah dibicarakan secara damai dan kekeluargaan. Selain itu dari pihak mahasiswa juga bersedia menerima ganti rugi material akibat kejadian tersebut.

“Setelah kami lakukaan persuasif semuanya sepakat dan selesai pada hari itu juga. Sepakat untuk tidak saling menuntut dan diselesaikan secara kekeluargaan. Disisi Mahasiswa juga sudah membuat pernyataan tertulis yang isinya telah menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan,” ujarnya

Perlu diketahui sebelumnya, Aliansi Mahasiswa yang terdiri dari PMII, GMNI, dan IMM menggelar aksi demonstrasi di pusat kota Tuban menolak kedatangan Presiden Joko Widodo. (Afi)