Data Pangan Kemendag Dan Kementan Amburadul, DPR RI Dorong Dibentuk Pansus Pangan

Surabaya – Prihatin adanya carut marut data soal pangan antara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan), anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo mendesak agar DPR RI segera membentuk pansus pangan. Pasalnya, dua instansi pemerintah tersebut selalu menampilkan data semu dan omong kosong.

“ Ngomongnya surplus pangan, tapi di lapangan tak ada surplus. Tampak sekali Kementan omong kosong. Saya mempertanyakan pangan kosong tapi satgas pangan tak turun. Ada apa ini,”ungkapnya dengan nada tinggi saat dikonfirmasi, Rabu (7/2).

Bambang Haryo mengatakan Kemendag dan Kementan merupakan intansi yang bertanggungjawab atas kondisi pangan di Indonesia. “Kemendag adalah penanggungjawab ketahanan pangan di Indonesia. Begitu juga Kementan bertanggungjawab terhadap swasembada pangan. Namun, kedua instansi tersebut selalu menampilkan data yang bertolak belakang. Punya data pertanian yang berlimpah tapi gak jelas sekali tak sesuai dilapangan. Hal ini harus dipansuskan,”imbuh politisi asal Partai Gerindra ini.

Ditambahkan oleh Bambang Haryo, mengaku heran di satu sisi pemerintah gembar gembor soal swasembada pangan, tapi di lain sisi malah melakukan impor.

“Sebenarnya Indonesia ini sudah swasembada pangan nggak sih? Tidak ada satupun dari 11 komoditas (beras, gula, jagung, garam, daging dan lain-lain) itu yang swasembada,” tegasnya.

Atas fakta tersebut, kata Bambang Haryo, dirinya berharap Ketua DPR RI mengakomodir pembentukan pansus pangan. “Diharapkan dengan adanya pansus ini bisa diketahui betul kondisi pangan di Indonesia. Apakah betul impor pangan untuk kepentingan politik 2018-2019. Ini yang harus digali melalui pansus. Lagian pansus pangan juga merupakan aspirasi rakyat untuk mengetahui kejelasan kondisi pangan di Indonesia,”pungkasnya. (Ca)